Sabusaku: Upaya Peningkatan Keterampilan Literasi di SD Muhammadiyah 8 Jagalan

Edutrend.id – Literasi, sebuah kata yang tak asing di telinga. Apalagi semenjak dicanangkannya program ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) – asesmen yang mengukur keterampilan literasi dan numerasi murid SD, SMP, maupun SMA di seluruh Indonesia. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan literasi membaca murid. SD Muhammadiyah 8 Jagalan sebagai salah satu sekolah dasar unggul di Surakarta terus berupaya meningkatkan keterampilan literasi baik untuk murid maupun guru.

Program peningkatan literasi untuk murid dilakukan dalam berbagai macam kegiatan yakni membaca bersama, pemanfaatan pojok baca kelas, kunjungan ke perpustakaan sekolah, kunjungan ke perpustakaan daerah, menghadirkan mobil perpustakaan keliling ke sekolah, pembuatan mading sekolah, perlombaan literasi saat peringatan Bulan Bahasa, dan lain sebagainya.

Selain program literasi untuk murid, SD Muhammadiyah 8 Jagalan juga menggiatkan program literasi untuk guru. Marina selaku kepala sekolah mengungkapkan, pentingnya kegiatan literasi untuk guru karena guru sebagai pendidik sekaligus orang tua siswa di sekolah sehingga memiliki pengaruh dan tanggung jawab terhadap peningkatan keterampilan literasi membaca di sekolah, sesuai dengan filosofi Jawa yaitu guru yang berarti digugu lan ditiru (dipercaya dan diteladani).

Salah satu program peningkatan literasi guru di SD Muhammadiyah 8 Jagalan ialah Sabusaku (akronim dari Satu Bulan Satu Buku). Pada program Sabusaku, setiap guru diwajibkan untuk membaca buku selain buku pelajaran minimal 1 buku setiap bulannya. Buku yang dibaca dapat berupa buku fiksi, buku motivasi, serta buku pengetahuan tentang pedagogi ataupun keilmuan lainnya.

Tak hanya membaca, setiap guru wajib menyampaikan ringkasan buku secara lisan kepada guru dan tendik lainnya yang dijadwalkan setiap Jumat pagi. Hal ini selain bertujuan meningkatkan keterampilan literasi membaca para guru, juga sebagai wadah saling berbagi informasi antarguru. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan minat baca guru sehingga guru dapat menginspirasi dan memotivasi para muridnya untuk mencintai membaca.

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Irma Arifah, menjelaskan latar belakang diadakannya program Sabusaku yakni pemikiran kepala sekolah beserta pimpinan sekolah bahwa untuk membiasakan perilaku positif para murid, maka alangkah lebih baiknya jika guru juga melakukan hal yang sama terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada murid-muridnya. Kegiatan Sabusaku sebelum dilaksanakan, telah disosialisasikan kepada para guru dan tenaga kependidikan pada awal tahun ajaran. “Melalui program Sabusaku, kami membangun kesadaran bersama para pendidik di sekolah tentang pentingnya membudayakan membaca buku sebagai salah satu upaya peningkatan literasi di sekolah”, paparnya.

Sementara itu Aprilia, salah satu pendidik menyatakan bahwa ia menyambut baik program ini. “Sabusaku membawa dampak positif bagi guru. Melalui kegiatan presentasi isi buku, kami dapat saling mengetahui isi buku meskipun tidak membaca semuanya secara langsung”, ungkapnya.

Penulis : Marina Rizki TC

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *