
Edutrend.id, Denpasar โ BIM University terus memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan The 2nd BIM Bali Conference yang berkolaborasi dengan Bali Future Lab dan didukung oleh IPayMu. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, di Kampus BIM University, Denpasar, Bali, menjadi momentum penting dalam mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, serta komunitas untuk bersama-sama membahas masa depan inovasi berbasis teknologi.
Mengangkat tema “Beyond Tourism: Driving Transformation Through AI, Innovation, and Sustainability for Global Impact,” konferensi ini menghadirkan beragam perspektif mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), inovasi digital, serta pembangunan berkelanjutan yang mampu memberikan dampak bagi sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Forum internasional tersebut dihadiri oleh para akademisi dan praktisi dari berbagai institusi yang membagikan pengalaman, hasil riset, serta praktik terbaik dalam membangun ekosistem inovasi. Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat transformasi digital yang inklusif.
Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi internasional merupakan bagian dari strategi universitas untuk memperluas kolaborasi global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“BIM University terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional. The 2nd BIM Bali Conference menjadi wadah bertemunya berbagai pemikiran, pengalaman, dan inovasi yang dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kami ingin kampus menjadi pusat pertukaran ilmu pengetahuan yang mampu menjawab tantangan global melalui teknologi, inovasi, dan kolaborasi,” ujar Prof. Harun.
Selain menghadirkan diskusi ilmiah, konferensi ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun jejaring profesional dengan akademisi, peneliti, pelaku industri, hingga pelaku UMKM. Melalui interaksi tersebut, diharapkan lahir berbagai peluang kerja sama dalam bidang riset, pengembangan teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran IPayMu sebagai mitra industri memperkuat nilai kolaboratif dalam kegiatan ini. Dunia industri memberikan perspektif mengenai kebutuhan transformasi digital, sementara perguruan tinggi menghadirkan inovasi dan hasil penelitian yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Pelaksana The 2nd BIM Bali Conference, Akmil Asril, S.S., M.M., mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu-isu transformasi digital dan kecerdasan buatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, Bali Future Lab, IPayMu, para narasumber, sponsor, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan The 2nd BIM Bali Conference. Antusiasme peserta menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan perkembangan global. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan, industri, dan pemberdayaan UMKM,” kata Akmil Asril.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan konferensi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas mampu melahirkan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penciptaan solusi bagi masyarakat.
Melalui The 2nd BIM Bali Conference, BIM University kembali menegaskan komitmennya sebagai Information Technology, Industry, and Entrepreneur (IIE) Campus yang terus membangun jejaring global, memperkuat kolaborasi strategis, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya kerja sama-kerja sama baru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, industri, serta masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. (Eko/Humas)