Lolos Hibah BIMA 2026, BIM University Awali Program Pemberdayaan UD Sari Mekar melalui FGD dan Asesmen Usaha

Edutrend.id, Buleleng – Tim dosen Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) memulai rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di UD Sari Mekar, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Program tersebut merupakan kegiatan pengabdian yang berhasil lolos pendanaan Hibah BIMA Tahun 2026.

Program ini termasuk dalam kelompok skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP). Keberhasilan memperoleh pendanaan menjadi langkah penting bagi BIM University dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha di masyarakat.

Setelah proposal dinyatakan memperoleh pendanaan, tim pengabdian melaksanakan kegiatan awal berupa Focus Group Discussion (FGD), asesmen kondisi awal mitra, pengumpulan baseline data, serta penyusunan dan kesepakatan indikator keberhasilan program. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pemberdayaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan permasalahan yang dihadapi oleh UD Sari Mekar.

Dalam kegiatan FGD, tim pengabdian berdiskusi secara langsung dengan pemilik dan pengelola UD Sari Mekar mengenai kondisi usaha saat ini. Selain membahas proses produksi, produktivitas usaha, pengelolaan operasional, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan produk, pada tahap awal ini juga disampaikan bahwa rangkaian program pengabdian ke depan akan meliputi pelatihan dan pendampingan digitalisasi usaha serta penerapan teknologi tepat guna bagi mitra. Hal ini bertujuan agar mitra memiliki gambaran menyeluruh mengenai arah dan manfaat program yang akan dijalankan.

Asesmen awal juga dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kapasitas dan kondisi mitra sebelum program dilaksanakan. Data yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai baseline atau data dasar untuk mengukur perubahan dan peningkatan yang terjadi selama pelaksanaan program. Tim dan mitra kemudian menyepakati sejumlah indikator keberhasilan agar capaian kegiatan dapat dievaluasi secara terarah, terukur, dan transparan.

Program pengabdian ini diusulkan oleh tim yang diketuai oleh Yulianto Umar Rofi’i, S.Pd.SD., S.E., M.M., dengan anggota dosen Ni Luh Widi Rahayu, S.Kom., M.T., Akmil Asril, S.S., M.M., dan Bayu Wardhana, S.E., M.M. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Bisnis Digital BIM University, yaitu Galuh Safira Aqila dan Rosalinda Ramadhani.

Ketua tim pengabdian, Yulianto Umar Rofi’i, menyampaikan bahwa tahapan awal tersebut sangat penting untuk memastikan program tidak hanya berjalan sebagai kegiatan transfer pengetahuan, tetapi benar-benar mampu memberikan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi mitra.

“FGD, asesmen awal, dan penyusunan baseline data menjadi dasar bagi tim untuk memahami kondisi riil mitra. Melalui kesepakatan indikator bersama, setiap kegiatan yang dilaksanakan nantinya diharapkan memiliki target yang jelas dan dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UD Sari Mekar,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, program pemberdayaan akan diarahkan pada peningkatan kapasitas manajemen usaha, penguatan sumber daya manusia, pengembangan inovasi produk, peningkatan produktivitas, serta optimalisasi pemasaran dan branding digital. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan mitra secara aktif dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Keterlibatan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman pembelajaran langsung di tengah masyarakat sekaligus berkontribusi dalam membantu mitra mengembangkan strategi bisnis dan pemasaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Melalui pendanaan Hibah BIMA Tahun 2026, BIM University berharap program ini mampu membantu UD Sari Mekar menjadi usaha yang lebih produktif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelaku usaha dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pelaksanaan FGD, asesmen awal, pengumpulan baseline data, dan kesepakatan indikator menjadi fondasi utama sebelum tim memasuki tahapan implementasi program. Dengan perencanaan yang matang dan keterlibatan aktif mitra, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menghasilkan perubahan yang terukur serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi UD Sari Mekar dan masyarakat Desa Pegayaman.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *