Desamind Bekali 179 Pemuda dengan Kepemimpinan dan Inovasi untuk Membangun Desa

Edutrend.id, Surakarta – Upaya mendorong pembangunan desa tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Berangkat dari semangat tersebut, Desamind Indonesia membekali 179 pemuda dari berbagai daerah melalui pelantikan Perangkat Desamind Chapter Periode 2026/2027 yang dirangkaikan dengan Bootcamp Junior Rural Development Specialist (JRDS) Batch 2 pada Minggu (5/7) secara daring.

Para peserta berasal dari sepuluh Desamind Chapter, yaitu Bogor, Majalengka, Garut, Cilacap, Soloraya, Magelang, Purbalingga, Gunungkidul, Pasuruan, dan Lombok Timur. Pada momentum yang sama, Desamind Indonesia juga meresmikan Desamind Chapter Garut dan Desamind Chapter Cilacap sebagai hasil Open Recruitment Inisiasi Desamind Chapter 2026. Bertambahnya dua chapter tersebut menjadi langkah untuk memperluas keterlibatan pemuda dalam menghadirkan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Managing Director Desamind Indonesia, Zakky Muhammad Noor, mengatakan bahwa keberadaan chapter tidak hanya menjadi wadah berorganisasi, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan kepemimpinan, membangun kolaborasi, dan menciptakan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Chapter bukan sekadar organisasi, tetapi ruang bagi anak muda untuk menghadirkan solusi nyata bagi desa. Setiap program yang dijalankan harus lahir dari kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Zakky.

Selain mengikuti prosesi pelantikan, peserta menjalani rangkaian Bootcamp Junior Rural Development Specialist (JRDS) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Sekolah Local Hero Indonesia. Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta kemampuan merancang program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi desa.

Dalam sesi penguatan kapasitas, President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, mengajak peserta memahami berbagai tantangan yang memengaruhi pembangunan desa melalui materi Global Trends and Local Challenges: Membaca Masa Depan Desa dan Youth as Catalysts: Pemuda Penggerak Perubahan Desa. Menurutnya, perubahan global menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan bagi masyarakat.

“Desa membutuhkan pemuda yang tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Hardika.

Komitmen para perangkat chapter kemudian diteguhkan melalui pembacaan ikrar sebagai bentuk kesiapan menjalankan amanah organisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai Desamind dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat di daerah masing-masing.

Pembekalan juga diperkuat melalui sesi yang disampaikan Dwi Pamuji Ismoyo mengenai Logical Framework Approach (LFA) dalam Community Empowerment dan Strategic Excellence: PDCA Journey. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan pendekatan sistematis dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan tujuan, indikator keberhasilan, pengelolaan risiko, hingga monitoring dan evaluasi. Peserta juga mempelajari penerapan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) sebagai metode untuk memastikan setiap program dapat berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Gambar 1. Dwi Pamuji Ismoyo memberikan pembekalan kepada Perangkat Desamind Chapter Periode 2026/2027 mengenai penerapan Logical Framework Approach (LFA) dalam pemberdayaan masyarakat serta metode Plan-Do-Check-Act (PDCA) sebagai bagian dari Bootcamp Junior Rural Development Specialist (JRDS) Batch 2.

Melalui pelantikan yang disertai rangkaian penguatan kapasitas tersebut, Desamind Indonesia berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya mampu menjalankan organisasi, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan desa melalui kolaborasi, inovasi, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kehadiran dua chapter baru turut memperluas jangkauan gerakan Desamind dalam mendorong partisipasi pemuda membangun desa di berbagai wilayah Indonesia.

Author: Abdul Aziez

Editor: Alan Ferdiansyah/ Zamzami

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *