Kolaborasi Edukasi Kenalkan Teknologi kepada Anak-Anak Purbalingga untuk Bangun Literasi Digital Sejak Dini

Edutrend.id, Purbalingga – Upaya mengenalkan teknologi kepada anak-anak sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kolaborasi pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Lilin Inspirasi bertajuk “Jelajah Teknologi, Temukan Potensi” yang menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi 48 siswa sekolah dasar di Sanggar Edukasi Karang Petir, Purbalingga, pada Sabtu (1/8). Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Desamind Indonesia dan Sanggar Edukasi Purbalingga sebagai bagian dari upaya menumbuhkan literasi digital, kreativitas, dan semangat belajar anak.

Selama kurang lebih 2,5 jam, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara positif. Anak-anak diajak mencoba perangkat Virtual Reality (VR), bereksperimen menggunakan Makey-Makey, serta mengikuti pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.

Gambar 1. Anak-anak Sanggar Edukasi Karang Petir mencoba teknologi Virtual Reality (VR) dan Makey-Makey sebagai bagian dari pengalaman belajar interaktif dalam kegiatan Lilin Inspirasi.

Kegiatan inspiratif tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan penerima program beasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Hardika Dwi Hermawan (Dosen Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta sekaligus penerima Beasiswa LPDP dan lulusan Master of Information Technology in Education, University of Hong Kong), Alwy Ahmed (Mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta asal Kenya), Ari Septian (Penerima Beasiswa LPDP, Magister Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Ahmad Zamzami (Penerima Beasiswa LPDP, Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret), Anisa Amalia (Penerima Beasiswa Universitas Sebelas Maret, Magister Pendidikan Bahasa Inggris), Ahmad Luthfi (Magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta), serta Abyan Wardhana (Penerima Beasiswa S1 Teknik Komputer Telkom University).

Selain memperkenalkan teknologi, para narasumber juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan pendidikan dan pentingnya terus belajar untuk meraih cita-cita. Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak untuk berani bermimpi, membangun rasa percaya diri, serta memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sanggar Edukasi Purbalingga sendiri merupakan ruang belajar gratis yang didirikan oleh Sherly untuk mendampingi anak-anak yang masih membutuhkan penguatan kemampuan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Selain menjadi tempat belajar, sanggar juga mengembangkan karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Sherly menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak di Sanggar Edukasi.

“Bagi anak-anak kami, ini bukan sekadar kegiatan, tetapi pengalaman baru yang membuka cara pandang mereka tentang belajar dan arti terus semangat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Guru Sanggar Edukasi, Indri Wahyu N, menilai pengenalan teknologi melalui pendekatan yang menyenangkan mampu meningkatkan antusiasme anak-anak untuk terus belajar.

“Kehadiran teman-teman Desamind memberikan energi baru bagi anak-anak. Mereka pulang dengan rasa ingin tahu yang jauh lebih besar setelah dikenalkan berbagai teknologi,” tuturnya.

Gambar 2. Perwakilan Desamind Indonesia, Desamind Chapter Purbalingga, pengelola Sanggar Edukasi, dan peserta berfoto bersama setelah kegiatan Lilin Inspirasi sebagai simbol kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak.

Selain menyelenggarakan kegiatan edukatif, Desamind Indonesia, Desamind Chapter Purbalingga, dan Sanggar Edukasi Purbalingga juga berdiskusi mengenai peluang kerja sama lanjutan untuk memperluas akses pembelajaran yang berkualitas bagi anak-anak di Karang Petir. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun program-program pemberdayaan pendidikan yang berkelanjutan serta mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pembelajaran dan kepedulian sosial.

Author: Ahmad Zamzami

Editor: Alan Ferdiansyah

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *