Prof. Chandra Apresiasi BIM University, Dorong Kampus Adaptif


Denpasar, Bali — Pelaksanaan Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi 2026 di BIM University mendapat apresiasi dari Prof. Ir. Chandra Wahyu Purnomo, M.Eng., D.Eng., IPM selaku narasumber dalam kegiatan ini. Menurutnya, dukungan pimpinan, kesiapan fasilitas, dan respons panitia menjadi faktor penting yang membuat rangkaian kegiatan berlangsung lancar.

Prof. Chandra menilai BIM University menunjukkan keseriusan dalam mendukung kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi dosen. Sambutan terbuka dari pimpinan universitas juga dinilainya menciptakan suasana yang positif bagi narasumber maupun peserta selama mengikuti workshop.

“Pelaksanaan kegiatan di BIM University sangat baik. Rektor memberikan dukungan yang kuat dan sangat terbuka terhadap kegiatan ini. Dari sisi fasilitas, seluruh kebutuhan juga telah dipersiapkan dengan baik sehingga workshop dapat berlangsung secara lancar,” ujar Prof. Chandra.

Ia juga mengapresiasi kinerja panitia yang dinilainya responsif dalam mendukung kebutuhan selama kegiatan. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pimpinan dan panitia membuat proses pelaksanaan workshop berjalan efektif.

“Panitia juga sangat responsif. Ketika ada kebutuhan dari narasumber maupun peserta, dapat segera ditindaklanjuti. Hal seperti ini penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.

Selain memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan workshop, Prof. Chandra menyampaikan harapannya terhadap arah pengembangan BIM University sebagai perguruan tinggi yang masih berada pada tahap awal pertumbuhan. Menurutnya, posisi sebagai universitas baru justru memberikan ruang yang lebih besar untuk membangun sistem yang fleksibel dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Ia mendorong BIM University untuk terus mengembangkan karakter sebagai universitas yang adaptif, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan dinamika pendidikan tinggi global.

“Universitas harus memiliki fleksibilitas untuk menghadapi tantangan yang terus berubah. BIM University sebagai universitas baru justru memiliki peluang besar untuk membangun budaya yang adaptif dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta tuntutan global,” jelasnya.

Menurut Prof. Chandra, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting bagi perguruan tinggi untuk berkembang. Institusi yang mampu membaca perubahan dan meresponsnya dengan cepat akan memiliki ruang lebih besar untuk membangun model pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Ia melihat karakter tersebut sejalan dengan semangat pembentukan universitas yang adaptif. BIM University dinilai memiliki peluang untuk memanfaatkan posisi sebagai institusi baru dengan membangun tata kelola, pengembangan akademik, dan budaya riset yang sejak awal diarahkan pada kebutuhan masa depan.

“Karena masih baru, BIM University memiliki kesempatan untuk berkembang dengan lebih fleksibel. Tidak harus terikat pada pola-pola lama, tetapi dapat membangun sistem yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Prof. Chandra berharap momentum workshop tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal hibah, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun ekosistem riset di BIM University. Menurutnya, peningkatan kapasitas dosen harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya penelitian, kolaborasi, dan inovasi.

Pelaksanaan workshop yang berlangsung pada 23–25 September 2026 tersebut menjadi salah satu ruang bagi dosen muda dan vokasi untuk memperkuat kemampuan penyusunan proposal sekaligus memperluas jejaring akademik. Kehadiran narasumber dan fasilitator dari berbagai perguruan tinggi turut memberikan perspektif yang beragam bagi peserta.

Dengan dukungan pimpinan, fasilitas yang memadai, dan kepanitiaan yang responsif, Prof. Chandra berharap BIM University terus mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi yang mampu bergerak cepat menghadapi perubahan.

BIM University, menurutnya, memiliki peluang untuk tumbuh sebagai universitas yang adaptif, terbuka terhadap perkembangan global, dan mampu menerjemahkan perubahan zaman menjadi kekuatan untuk berkembang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *