
DENPASAR, BALI — Keinginan untuk menempuh pendidikan di luar negeri membawa Gladis Soares Gama, mahasiswa asal Timor Leste, memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Bali, Indonesia. Di antara berbagai pilihan perguruan tinggi, Gladis menjatuhkan pilihan pada BIM University yang menurutnya memiliki lingkungan internasional, fasilitas yang mendukung, serta menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan minatnya di bidang bisnis.
Gladis mengaku memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia bisnis. Minat tersebut tumbuh dari lingkungan keluarganya yang sebagian besar berkecimpung sebagai pebisnis. Ia pun merasa memiliki jiwa kewirausahaan yang ingin terus dikembangkan melalui pendidikan.
“Saya suka bisnis. Keluarga saya semua pebisnis, saya juga merasa punya jiwa bisnis,” ujar Gladis.
Ketertarikannya terhadap BIM University bermula ketika ia menemukan informasi mengenai kampus tersebut melalui media sosial TikTok. Saat itu, konten mengenai BIM University muncul di halaman For You Page (FYP) miliknya dan membuatnya penasaran untuk mengenal lebih jauh kampus yang berada di Bali tersebut.
“Saya lihat di TikTok tahun lalu ada universitas yang lewat FYP saya. Itu BIM University. Saya tertarik karena sekolahnya internasional dan fasilitasnya juga bagus,” ungkapnya.

Memilih Bali untuk Mewujudkan Cita-Cita
Bagi Gladis, keputusan kuliah di Indonesia bukan semata karena pilihan kampus. Sejak lama, ia memang memiliki cita-cita untuk mendapatkan pengalaman pendidikan di luar negeri.
Menurutnya, Timor Leste juga memiliki perguruan tinggi yang dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Namun, kesempatan untuk belajar di negara lain menjadi pengalaman yang ingin ia rasakan.
“Di Timor Leste juga ada kampus, tetapi dari dulu saya memang punya cita-cita ingin sekolah di luar negeri,” katanya.
Bali kemudian menjadi pilihan yang menarik bagi Gladis. Selain sebagai salah satu destinasi internasional, Bali juga memberikan kesempatan baginya untuk bertemu dengan lingkungan dan orang-orang dari berbagai latar belakang.
BIM University menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Ia berharap pengalaman selama menempuh pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai bisnis, lingkungan internasional, serta berbagai pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk masa depannya.
“BIM ini yang saya pilih untuk meraih cita-cita saya untuk sukses ke depannya. Saya ingin mempelajari hal-hal baru,” tutur Gladis.
Ingin Ajak Teman-Teman dari Timor Leste
Menariknya, pengalaman Gladis di BIM University tidak ingin ia nikmati sendiri. Ia memiliki harapan agar semakin banyak teman-temannya dari Timor Leste yang mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman pendidikan di Bali.
“Saya juga ingin membawa teman-teman saya kuliah di BIM,” ujarnya.
Harapan tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman seorang mahasiswa internasional dapat menjadi pintu bagi mahasiswa lainnya untuk mengenal pilihan pendidikan di luar negeri. Bagi Gladis, perjalanan dari Timor Leste ke Bali bukan hanya tentang memperoleh gelar pendidikan tinggi, tetapi juga tentang memperluas perspektif, membangun pengalaman internasional, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kisah Gladis menjadi salah satu gambaran bagaimana BIM University berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Semangat Be International Mind yang diusung BIM University menjadi relevan dengan perjalanan mahasiswa seperti Gladis yang berani keluar dari lingkungan asalnya untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat global.
Bagi Gladis, Bali bukan sekadar tempat untuk kuliah. Bali menjadi titik awal untuk mewujudkan cita-cita, mengenal dunia yang lebih luas, dan membangun masa depan melalui pendidikan.