
DENPASAR – Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) terus memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan kerja melalui kegiatan Kajian AIK bagi Karyawan BIM University. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan Muslim dan terbuka bagi karyawan non-Muslim yang ingin mengikuti serta memperluas wawasan mengenai nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian.
Kajian tersebut diisi oleh M. Barhiman, M.Pd. dengan materi mengenai pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia. Ilmu dipandang sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas diri, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Dalam kajian tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa ilmu tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi bekal dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan secara bijaksana. Ilmu yang dimiliki seseorang idealnya tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui amal dan kontribusi nyata dalam kehidupan.
M. Barhiman, M.Pd. menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang manusia. Semakin luas ilmu yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab seseorang untuk menggunakannya secara tepat dan memberikan kemanfaatan bagi lingkungan.
“Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi bagaimana ilmu itu dapat diamalkan dan memberikan manfaat. Karena itu, setiap proses belajar seharusnya membawa perubahan pada diri seseorang, baik dalam cara berpikir, bersikap, maupun dalam menjalankan tanggung jawab,” jelasnya.
Materi kajian juga mengajak para karyawan untuk membangun semangat belajar secara berkelanjutan. Lingkungan kerja, menurutnya, perlu menjadi ruang yang mendorong setiap individu untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas pengabdian.
Bagi karyawan BIM University, semangat tersebut memiliki relevansi kuat dengan tugas dan tanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai bagian dari institusi pendidikan, karyawan tidak hanya dituntut untuk bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
Kegiatan Kajian AIK ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BIM University membangun budaya akademik dan budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, profesionalitas, serta kemanfaatan. Pemahaman tentang ilmu diharapkan dapat mendorong karyawan untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan Muslim. Karyawan non-Muslim juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kajian sebagai bagian dari semangat keterbukaan dan penghargaan terhadap keberagaman di lingkungan BIM University.
Melalui kegiatan tersebut, BIM University ingin menegaskan bahwa budaya belajar dan pengembangan diri merupakan nilai yang dapat tumbuh bersama di tengah keberagaman. Ilmu menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas manusia, memperkuat profesionalitas, sekaligus menghadirkan kemanfaatan bagi sesama.