Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS Kenalkan Pestisida Alelopati Berbahan Rumput Teki

Edutrend.id, KARANGANYAR – Mahasiswa KKN-Dik FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Pestisida Alelopati pada 25 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Pencil, Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Pencil yang tergabung dalam komunitas pertanian. Program ini bertujuan memperkenalkan alternatif pestisida alami yang ramah lingkungan dan mudah dibuat secara mandiri oleh masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

Gambar 1. Kondisi Warga Pada Saat Memperhatikan Penyampaian Materi

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pestisida alelopati dengan bahan utama rumput teki. Rumput teki yang selama ini dikenal sebagai gulma dan hama tanaman dimanfaatkan sebagai bahan dasar pestisida alami. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kandungan alelopati dalam rumput teki dapat menghambat pertumbuhan tanaman pengganggu seperti alang-alang dan rumput teki itu sendiri. Penyampaian materi dilakukan secara langsung dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa bahan yang selama ini dianggap merugikan justru dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama secara alami.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pestisida alelopati. Mahasiswa KKN mempraktikkan tahapan pembuatan pestisida mulai dari pengumpulan rumput teki, proses pengolahan bahan, hingga cara penggunaan pada lahan pertanian. Masyarakat diajak untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan demonstrasi. Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan pestisida secara mandiri. Mahasiswa KKN juga menjelaskan cara aplikasi pestisida alelopati pada tanaman serta waktu penggunaan yang tepat.

Masyarakat Dusun Pencil menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait efektivitas pestisida alelopati dan penerapannya di lahan pertanian mereka. Mahasiswa KKN menanggapi pertanyaan tersebut dengan penjelasan yang mudah dipahami dan sesuai kondisi lapangan.

Kepala Dusun Pencil, Pak Enggar, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, karena sebagian besar masyarakat Dusun Pencil bekerja sebagai petani. Dengan adanya sosialisasi dan demonstrasi ini, warga bisa mendapatkan pengetahuan baru yang langsung bisa diterapkan di lahan mereka,” ujarnya.

Gambar 2. Foto Bersama Warga dengan Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Dusun Pencil dapat memanfaatkan pestisida alelopati sebagai solusi pengendalian hama yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengelola potensi alam sekitar. Mahasiswa KKN menilai bahwa kolaborasi semacam ini penting untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Ibnu Gayuh Fadilah

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *