Mahasiswa KKN-DIK UMS Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SD Muhammadiyah Botok, Siswa Menulis Pengalaman di “Pohon Ungkapan”

Edutrend.id, Karanganyar – Upaya pencegahan perundungan sejak dini dilakukan oleh Tim Mahasiswa KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui program Sosialisasi Anti Bullying di SD Muhammadiyah Program Unggulan Botok, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, pada 3–5 Februari 2026.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6, baik kelas reguler maupun bilingual. Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya, pukul 08.00–09.00 WIB dan 10.00–11.00 WIB, bertempat di ruang kelas lantai 3 sekolah tersebut.

Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perundungan di kalangan anak usia sekolah dasar, termasuk candaan yang sering dianggap biasa namun berpotensi melukai secara fisik maupun psikologis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ingin menghadirkan ruang aman bagi siswa untuk memahami dampak perundungan serta berani menyampaikan pengalaman yang pernah dialami.

Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi dan ice breaking. Siswa diajak mengenal jenis-jenis bullying, dampaknya, serta cara mencegahnya. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah kegiatan menuliskan pengalaman perundungan pada sticky note yang kemudian ditempelkan pada “Pohon Ungkapan” yang ditampilkan melalui proyektor.

Dari kegiatan tersebut, banyak siswa mengungkapkan perasaan sakit hati dan malu akibat perundungan yang mereka alami, baik secara verbal maupun nonverbal. Mahasiswa KKN juga membuka ruang konsultasi bagi siswa yang ingin berdiskusi lebih lanjut, baik sebagai korban maupun pelaku.

Mewakili teman-teman, Bariq Octafiansa Putra Gani selaku ketua TIM KKN-DIK UMS menuturkan, “Sosialisasi ini dapat berjalan dengan lancar atas kerjasama tim KKN serta dukungan dari pihak sekolah, sehingga siswa dapat terbuka mengenai tindakan bullying yang pernah dialami. Saya berharap sekolah dapat menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar.”

Kegiatan ini mendapat respon positif dari pihak sekolah. Guru menyambut baik inisiatif mahasiswa karena memberikan ruang refleksi bagi siswa serta menumbuhkan kesadaran bahwa perundungan bukanlah candaan biasa.

Yusuf Mahendra selaku Kepala Sekolah menuturkan, “setelah dilaksanakannya sosialisasi ini, siswa menjadi lebih sadar dan terbuka mengenai bullying, serta lebih menghormati antar teman. Terimakasih atas program yang telah dilaksanakan oleh teman-teman KKN-DIK UMS”

“Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih memahami tentang apa itu bullying, dampaknya, dan bagaimana cara bersikap baik terhadap teman. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” ungkap Dyan Permata Ratri selaku guru SD Muhammadiyah Program Unggulan Botok.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN-DIK UMS berharap siswa semakin peduli untuk saling menjaga dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Penulis: Wulan Oktaviana Kusumawati

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *