
Edutrend.id, Ngawi, Jawa Timur – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru-guru di Kabupaten Ngawi mulai 9 Agustus 2025 hingga Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara kombinasi daring dan luring (IN-ON) dengan tujuan membekali guru agar mampu mengenal, memahami, dan mengimplementasikan konsep pembelajaran mendalam di kelas.
Peserta pelatihan adalah perwakilan dari seluruh sekolah penerima dana BOS Kinerja (Boskin) di Kabupaten Ngawi. Setiap sekolah mengirimkan tiga orang perwakilan, yakni satu guru kelas atas, satu guru kelas bawah, dan satu kepala sekolah.
Salah satu kelas, yaitu Kelas Ngawi 7, diikuti oleh 29 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Ngawi. Kelas ini difasilitasi oleh dua guru penggerak, yaitu Sintia Devi Maysaroh, S.Pd dan Aris Kurniawan, S.Pd, yang berperan aktif membimbing dan mengarahkan peserta.
Pelatihan ini dirancang berbeda dari pelatihan guru pada umumnya. Selain sesi materi dari fasilitator, kegiatan ini berbasis praktik dan proyek, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga langsung mempraktikkannya. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) juga menjadi salah satu penunjang utama agar proses belajar berjalan efektif dan interaktif.
Salah satu peserta, Intan Permata Sari, S.Pd., mengungkapkan kesan positifnya terhadap pelatihan ini.
“Awalnya saya mengira pelatihan ini akan seperti pelatihan pada umumnya. Tapi ternyata, masyaallah, luar biasa menyenangkan. Banyak ilmu baru yang saya dapat, dan semoga bisa saya terapkan di sekolah. Harapan saya, seluruh guru di Indonesia juga bisa mendapatkan materi pembelajaran mendalam ini, karena sangat bagus untuk diterapkan di kelas agar pendidikan di Indonesia bisa lebih maju,” ujarnya penuh semangat, Kamis (14/8).

Dengan adanya pelatihan ini, BBGP Jawa Timur berharap para guru di Kabupaten Ngawi mampu mengintegrasikan pembelajaran mendalam dalam kegiatan mengajar sehari-hari, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih bermakna, kritis, dan kreatif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.
Penulis: Ahmad Luthfi
