
Edutrend.id, Pekalongan — Bagaimana jika budidaya udang bisa menjadi lebih produktif, hemat energi, dan ramah lingkungan, sekaligus lebih mudah dipahami oleh petambak? Inilah gagasan utama yang diangkat dalam Workshop & Roadshow Perikanan Berkelanjutan, hasil kolaborasi antara Crustea dan BINUS University.
Workshop hybrid ini dirancang sebagai ruang belajar kolaboratif—menggabungkan sesi daring dan luring—agar menjangkau lebih banyak pembudidaya, mahasiswa, dan pelaku industri perikanan di berbagai daerah.
Fokus Utama Workshop
Dalam rangkaian workshop dan roadshow, Crustea dan BINUS membahas tantangan nyata yang dihadapi petambak udang, sekaligus solusi teknologi yang relevan dan aplikatif, meliputi:
- Teknologi budidaya udang modern berbasis aerator cerdas dan sistem monitoring
- Optimalisasi produktivitas tambak melalui pengelolaan kualitas air yang presisi
- Pemanfaatan energi berkelanjutan dan hemat energi untuk menekan biaya operasional
- Praktik perikanan ramah lingkungan guna menjaga ekosistem dan keberlanjutan jangka panjang
Materi disusun dengan pendekatan praktis, mengombinasikan riset akademik BINUS dan pengalaman lapangan Crustea dalam mendampingi pembudidaya di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Augmented Reality: Membantu Petambak “Melihat” Cara Kerja Teknologi
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan dalam workshop ini adalah pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai alat edukasi dan operasional tambak. Teknologi AR dirancang untuk memudahkan petambak memahami cara kerja teknologi Crustea secara visual dan intuitif.
Dengan AR, petambak dapat:
- Melihat data kualitas air secara real-time (seperti pH, suhu, dan parameter penting lainnya) langsung di atas visual tambak melalui kamera ponsel
- Tidak lagi bergantung pada data di kertas atau spreadsheet—data menjadi “hidup” dan kontekstual di lokasi tambak
- Merancang tata letak aerator dengan lebih presisi, sebuah fitur yang sudah tersedia saat ini
- Memahami hubungan antara aerator, sensor IoT, kualitas air, dan efisiensi energi secara lebih mudah
AR ini menjadi fondasi menuju visi tambak cerdas yang sesungguhnya, dengan rencana pengembangan lanjutan seperti:
- Integrasi penuh sensor IoT
- Simulasi efisiensi energi
- Skenario penggunaan berbasis kondisi tambak

Edukasi sebagai Kunci Perikanan Berkelanjutan
Crustea dan BINUS percaya bahwa perikanan berkelanjutan dimulai dari edukasi yang tepat, kolaborasi lintas sektor, dan aksi nyata. Melalui workshop ini, teknologi tidak hanya diperkenalkan sebagai alat, tetapi sebagai solusi yang benar-benar dipahami dan bisa diterapkan oleh petambak.
Dengan memadukan teknologi budidaya modern, energi berkelanjutan, dan Augmented Reality, Workshop & Roadshow Perikanan Berkelanjutan menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi sektor budidaya udang Indonesia—menuju sistem yang lebih efisien, lebih cerdas, dan lebih berkelanjutan.
Crustea percaya, ketika teknologi mudah dipahami oleh petambak, dampak keberlanjutan akan tumbuh lebih cepat dan merata.