
Edutrend.id, SRAGEN – Semangat literasi tumbuh kuat di lingkungan MI Nurul Islam Ketro. Sejak diluncurkan pada 9 Agustus 2025, program SABSIT (Sabtu Gesit – Gerakan Literasi Intensif) terus berjalan konsisten setiap Sabtu pagi dan melibatkan seluruh 138 siswa dari kelas I hingga VI.
Program ini bukan sekadar kegiatan membaca biasa. Selama 15–30 menit, siswa membaca buku nonpelajaran, menuliskan ringkasan, lalu mempresentasikan kembali isi bacaan di depan teman-temannya. Kegiatan juga sering dilaksanakan secara outdoor di halaman madrasah agar suasana lebih segar dan siswa tidak jenuh berada di dalam kelas.

Kepala madrasah, Nurjanah, S.Pd.I., menegaskan bahwa SABSIT merupakan langkah nyata membangun budaya literasi sejak dini. “Kami ingin membaca menjadi kebiasaan dan kebutuhan siswa, bukan hanya tugas sekolah,” ujarnya saat dimintai keterangan Sabtu, (7/3).
Untuk memperkuat gerakan ini, madrasah menunjuk M. Zunan Mahyudin Al ‘Arys, S.Pd.I., sebagai Guru Duta Literasi yang secara aktif mendesain kegiatan literasi agar berlangsung asyik, kreatif, dan menyenangkan. Sementara itu, Azifa Nurul Khairiyah dipercaya sebagai Siswa Duta Literasi yang menjadi teladan bagi seluruh siswa dalam semangat membaca dan berbagi cerita.
Agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dengan biaya yang minim, madrasah juga menggandeng partisipasi wali murid melalui gerakan sedekah buku setiap satu semester sekali. Melalui gerakan ini, para orang tua menyumbangkan buku bacaan yang layak sehingga koleksi bacaan siswa semakin bertambah dan bervariasi.

Selain itu, dukungan juga hadir melalui kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. Setiap Sabtu terakhir dalam sebulan, mobil perpustakaan keliling datang ke madrasah membawa berbagai koleksi bacaan baru untuk memperluas wawasan siswa.
Sejumlah siswa mengaku semakin percaya diri setelah rutin mengikuti SABSIT. Mereka terbiasa berbicara di depan kelas dan memahami isi bacaan dengan lebih baik. Para guru pun melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat.

Melalui program SABSIT, MI Nurul Islam Ketro membuktikan bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari madrasah dengan dukungan seluruh warga sekolah dan masyarakat. Dari Ketro, revolusi literasi kecil ini terus menyala, menyiapkan generasi cerdas, berkarakter, dan gemar membaca sejak usia dini.
Penulis: NURJANAH
