Yala Tuan Rumah Melayu Day ke-11, Pererat Hubungan Thailand, Malaysia, dan Indonesia

Edutrend.id, Thailand – Perayaan tahunan Melayu Day ke-11 resmi digelar pada 13 hingga 15 Februari 2026 di kota Yala, Thailand. Kegiatan budaya berskala internasional ini mempertemukan masyarakat Melayu dari tiga negara, yakni Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Selama tiga hari pelaksanaan, ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati lokasi acara untuk menyaksikan kemeriahan festival budaya tersebut.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wali Kota Yala, Pengarah Konsulat Malaysia di Songkhla, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Songkhla. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya Melayu sekaligus penguatan hubungan diplomatik antar negara serumpun.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai budaya pada hari pembukaan yang dimulai dari Stesen Keretapi Yala menuju Padang Gajah. Para peserta pawai mengenakan beragam busana tradisional khas dari masing-masing negara. Kontingen Thailand tampil dengan busana Melayu Patani, perwakilan Malaysia mengenakan baju Melayu lengkap dengan samping dan songkok, sementara delegasi Indonesia menampilkan pakaian adat dari berbagai daerah yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

Upacara pembukaan yang berlangsung di Padang Gajah semakin memukau dengan berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari tarian zapin, atraksi silat, dikir barat, hingga lagu-lagu tradisional Melayu. Area festival juga dipenuhi stan kuliner tradisional seperti nasi kerabu, sate, rendang, serta aneka kue khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Salah satu peserta dari Malaysia, Ahmad Faris, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. “Melayu Day bukan sekadar festival budaya, tetapi wadah untuk mempererat hubungan persaudaraan serumpun. Kami merasa seperti berada di rumah sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Rizky Pratama, peserta dari Indonesia, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga. “Kami bisa bertukar budaya, mengenal tradisi satu sama lain, dan membangun jaringan persahabatan lintas negara. Ini pengalaman yang sangat bermakna,” katanya saat diwawancarai Sabtu, (7/3).

Peserta dari Thailand, Maromlee Hayiming, juga menilai acara ini sebagai momentum penting bagi generasi muda. “Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat memahami akar budaya mereka sekaligus memperkenalkannya ke tingkat internasional,” tuturnya.

Penyelenggaraan Melayu Day ke-11 ini dinilai tidak hanya sebagai ajang perayaan budaya, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya yang efektif di kawasan Asia Tenggara. Selama 13–15 Februari 2026, Yala menjadi pusat pertemuan budaya yang menegaskan bahwa warisan Melayu tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah arus globalisasi.

Penulis: Nor Alif Ebo

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *