
Edutrend.id-Malang, Sebanyak 15 guru SLB Putra Jaya Malang mengikuti workshop bertajuk Pembelajaran Matematika Realistik Terintegrasi Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 di SLB Putra Jaya Malang.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SLB Putra Jaya, Nur Hidayah, S.Pd., M.Kes, yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara SLB Putra Jaya dan Universitas Negeri Malang dalam berbagai kegiatan akademik.

Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan
“Tema kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih realistik dan bermakna bagi siswa. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kami sebagai guru yang harus terus belajar dan mengembangkan diri,” ujarnya.
Pada sesi pelatihan, Lathiful Anwar, Ph.D menyampaikan materi mengenai pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) atau Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Pendekatan ini menekankan penggunaan konteks kehidupan nyata sebagai titik awal pembelajaran matematika sehingga konsep yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa.
Menurut Lathiful Anwar, penerapan PMRI di sekolah luar biasa memberikan tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif.
“Implementasi Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di sekolah yang memiliki karakteristik khusus seperti SLB justru menjadi tantangan yang menarik. Selama ini, kegiatan pengembangan dan penelitian PMRI lebih banyak dilakukan di sekolah laboratorium maupun sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu, penerapan PMRI di SLB memberikan pengalaman baru sekaligus peluang untuk melihat bagaimana pendekatan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa berkebutuhan khusus,” jelasnya.
Selain materi tentang PMRI, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Guru diperkenalkan berbagai cara memanfaatkan AI untuk membantu menyusun modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), serta aktivitas pembelajaran yang lebih kontekstual.
Narasumber kedua, Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si, menekankan pentingnya guru mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, termasuk pemanfaatan AI.

Gambar 2. Dokumentasi Pembicara Kedua
“Kita perlu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk AI, karena teknologi ini dapat membantu pekerjaan guru. Namun kita juga perlu menyadari bahwa AI hanyalah alat bantu bukan menggantikan peran guru. Empati yang dimiliki guru dalam memahami siswa adalah hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” jelasnya.
Salah satu peserta kegiatan, Ibu Yuni Setyowati, S.Pd, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual.
“Kami sangat senang bisa menambah pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan ini. Kami belajar bagaimana membuat pembelajaran matematika lebih bermakna melalui pendekatan RME, sekaligus memanfaatkan AI untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran. Harapannya, dengan pendekatan ini siswa dapat lebih tertarik dan lebih senang belajar matematika,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya mendapatkan penguatan konsep, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis RME dengan bantuan AI. Perangkat yang telah disusun selanjutnya akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas melalui pendekatan lesson study mini, sehingga guru dapat merefleksikan praktik pembelajaran dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan SLB Putra Jaya Malang dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, adaptif, dan bermakna bagi siswa berkebutuhan khusus.
Penulis: Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd.
