Mencetak Ilmuwan Hafiz: Terobosan Kurikulum Terpadu di MI Muhammadiyah Al Manar Demak

Edutrend.id-DEMAK – Di sudut pedesaan Desa Kenduren, Kecamatan Wedung, sebuah madrasah menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk melahirkan generasi unggul. MI Muhammadiyah Al Manar, satu-satunya madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, kini menjadi sorotan berkat keberhasilannya mengawinkan kurikulum nasional dengan penguatan karakter religius yang kuat.

Di bawah kepemimpinan Bapak Mukodas, S.Pd.I, M.Si., madrasah ini tidak hanya terpaku pada standar kurikulum nasional. MI Muhammadiyah Al Manar menyuntikkan muatan lokal yang progresif, mulai dari Baca Tulis Al-Qur’an (BTA), Kemuhammadiyahan, hingga program unggulan yang menjadi primadona: Tahfidzul Qur’an.

Tradisi Hafalan Setiap Pagi

Sejak lima tahun silam, madrasah ini meluncurkan terobosan berani yang mewajibkan setiap lulusannya minimal menghafal Juz 30. Program ini bukan sekadar formalitas; setiap pagi sebelum bel pembelajaran berbunyi, suasana madrasah riuh dengan lantunan ayat suci. Para siswa dibiasakan melakukan muroja’ah dan setoran hafalan dengan pendampingan intensif dari guru kelas masing-masing.

Guna menjaga kualitas hafalan, pihak madrasah menghadirkan tenaga ahli Ustadzah Elvia Al-Hafidzah sebagai pembimbing utama. Sinergi antara guru kelas dan hafizah ini memastikan setiap makhraj dan tajwid siswa terpantau dengan baik.

Ujian Tasmi’ dan Budaya Apresiasi

Untuk memupuk semangat kompetisi yang positif, Kepala Madrasah bersama dewan guru menyelenggarakan Ujian Tasmi’ dua kali dalam setahun, yakni setiap bulan November dan Februari. Menariknya, antusiasme ini tidak hanya datang dari kelas tinggi, tetapi juga menyentuh siswa kelas 1 hingga kelas 6.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras siswa, madrasah menyediakan reward khusus bagi mereka yang lulus ujian tahfiz. Penghargaan tersebut berupa piala, piagam, hingga uang pembinaan. “Apresiasi ini adalah cara kami menghargai ketekunan anak-anak dalam menjaga kalam Ilahi,” ujar Mukodas.

Berbuah Prestasi hingga Tingkat Provinsi

Ikhtiar ini membuahkan hasil nyata. Kedisiplinan menghafal Al-Qur’an ternyata linear dengan prestasi di bidang lain. Siswa MI Muhammadiyah Al Manar tercatat kerap mendominasi berbagai ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Puncaknya, tahun lalu madrasah ini berhasil mengirimkan wakilnya hingga ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Meski belum membawa pulang trofi juara di tingkat provinsi, pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah dan pengalaman berharga bagi madrasah desa ini. MI Muhammadiyah Al Manar kini membuktikan bahwa dari desa, mereka mampu mencetak calon “Ilmuwan Hafiz” yang siap bersaing di kancah yang lebih luas.

Penulis: Umi Mahdhuroh

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *