Edutrend.id, Sragen – Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang mempengaruhi dunia pendidikan, BA Aisyiyah III Jabung terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemandirian anak usia dini.
Pendekatan tersebut tampak dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari di lingkungan BA Aisyiyah III Jabung, ketika guru hadir sebagai pendamping yang membersamai proses belajar anak secara hangat dan humanis. Pendampingan tidak sekadar membantu anak menyelesaikan aktivitas belajar, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman, keberanian, dan kepercayaan diri mereka.
Kepala BA Aisyiyah III Jabung, Siti Halimah, menyampaikan bahwa pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang cukup serius, terutama terkait mulai menurunnya nilai-nilai karakter dan keteladanan dalam dunia pendidikan.
“Kami prihatin dengan keadaan pendidikan hari ini. Tidak sedikit nilai-nilai karakter yang dahulu melekat kuat pada figur guru perlahan mulai memudar. Padahal anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan dari gurunya. Keteladanan itu menjadi ruh pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, guru sejak dahulu bukan hanya berfungsi sebagai pengajar, melainkan juga pembimbing dan teladan bagi peserta didik. Anak belajar kejujuran melalui kejujuran gurunya, belajar disiplin melalui sikap gurunya, serta memahami penghargaan dan kasih sayang melalui cara guru memperlakukan mereka.
Keprihatinan tersebut menjadi alasan mengapa BA Aisyiyah III Jabung terus menghidupkan kepemimpinan pendidikan yang humanis. Pendekatan ini menempatkan anak sebagai subjek pembelajaran yang perlu dipahami, diarahkan, dan didampingi sesuai tahapan perkembangannya.

Selalu mengawasi dan mendampingi anak-anak bermain (Dok. Siti Halimah)
“Anak-anak membutuhkan pendampingan yang tulus. Dari pendampingan itulah mereka belajar percaya diri dan mandiri. Pendidikan yang baik bukan pendidikan yang serba mengambil alih, tetapi pendidikan yang menuntun anak agar mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri,” tambah Siti Halimah.
Melalui pendekatan tersebut, guru di BA Aisyiyah III Jabung berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Setiap aktivitas pembelajaran diarahkan agar anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bertanggung jawab, berani mencoba, dan membangun karakter positif sejak dini.
Pendampingan yang dilakukan secara sabar dan penuh empati diyakini menjadi jalan menuju kemandirian anak. Dari proses itulah tumbuh keberanian dan rasa percaya diri yang kelak menjadi bekal mereka menghadapi masa depan.
Pada akhirnya, pendidikan bukan semata soal transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia. Di BA Aisyiyah III Jabung, semangat itu terus dirawat melalui kepemimpinan pendidikan yang humanis kepemimpinan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menguatkan dan memberi teladan. (Siti Halimah)