
KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengambil peran dalam penguatan transformasi pendidikan nasional melalui Workshop Pendidikan bertema “Implementasi Digitalisasi untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar” yang diselenggarakan Komisi X DPR RI bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemendikdasmen pada 6–7 September 2026 di Karanganyar.
Kegiatan yang berlangsung di Nava Hotel Tawangmangu dan Alana Hotel tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Drs. Juliyatmono, M.M., M.H., serta dua akademisi UMS, M. Fahmi Johan Syah, Ph.D. dan Prof. Dr. Budi Murtiyasa, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Juliyatmono menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan strategis bagi dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran mampu menjawab tantangan abad ke-21. Ia juga menyampaikan bahwa transformasi digital sejalan dengan arah pembaruan pendidikan melalui Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Mewakili UMS, M. Fahmi Johan Syah, Ph.D. menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan dari sejauh mana teknologi mampu mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Ia menekankan pentingnya guru merancang pembelajaran dengan berangkat dari capaian pembelajaran, kemudian memilih teknologi yang paling sesuai sebagai media pendukung.
Sementara itu, Prof. Dr. Budi Murtiyasa menyoroti pentingnya menempatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pedagogis. Menurutnya, peran guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sedangkan teknologi berfungsi memperkaya metode, interaksi, dan pengalaman belajar peserta didik tanpa menggeser substansi pendidikan.
Melalui kolaborasi antara Komisi X DPR RI, Kemendikdasmen, dan pakar UMS, workshop ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran digital yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.