SIKEPANG v1.0 Perkuat Pengelolaan Keuangan Kebun Urban Farming Kaloran

Edutrend.id, KLATEN — Kelompok ibu-ibu PKK “Rukun Makmur” Kampung Kaloran, RW 08, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, mulai menggunakan SIKEPANG v1.0 untuk mengelola keuangan kebun ketahanan pangan. Aplikasi tersebut diperkenalkan dalam pelatihan manajemen keuangan hasil panen pada Sabtu, 12 September 2026.

SIKEPANG merupakan singkatan dari Sistem Informasi Keuangan Kebun Pangan. Aplikasi ini dikembangkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui hibah Program Pemberdayaan Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek 2026. Tim pengembang terdiri atas Muhammad Luthfi Hidayat, Ph.D., Dr. Doan Perdana, S.T., M.T., dan Azizah Fathma, M.A. Saat ini, SIKEPANG v1.0 sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“SIKEPANG dirancang agar pengelolaan kebun tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen. Setiap pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, hingga hasil usaha perlu dicatat dan dianalisis,” ujar Ketua Tim PkM UMS, Muhammad Luthfi Hidayat.

Pelatihan diikuti 15 pengurus kebun urban farming PKK “Rukun Makmur”. Azizah Fathma, M.A., dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UMS, menyampaikan materi tentang tata kelola keuangan hasil panen dan manajemen keuangan berkelanjutan. Kegiatan tersebut didampingi dua mahasiswa UMS dari FKIP dan Fakultas Agama Islam.

Peserta belajar mencatat hasil panen, mengelola arus kas, menyusun perencanaan keuangan, menghitung biaya produksi, serta mengevaluasi keuntungan kebun. SIKEPANG dapat digunakan secara offline melalui Microsoft Excel atau LibreOffice dan secara online menggunakan Google Sheets.

Aplikasi ini memiliki fitur pencatatan investasi, hasil panen, pemasukan, pengeluaran, tenaga kerja, harga pokok produksi, laporan laba rugi, analisis titik impas, serta dashboard kinerja kebun. Dengan fitur tersebut, kelompok dapat mengetahui biaya operasional, keuntungan, dan komoditas yang paling potensial untuk dikembangkan.

Pelatihan SIKEPANG merupakan rangkaian keempat dalam program “Pemberdayaan Masyarakat melalui Urban Farming Berbasis IoT sebagai Penguatan Ketahanan Pangan Kelompok Ibu-ibu Rukun Makmur Gayamprit Klaten”. Sebelumnya, tim PkM UMS telah memberikan pelatihan urban farming dan pemuliaan tanaman, sistem IoT, serta penyiraman otomatis.

Tim juga menyerahkan pompa air jet pump otomatis, perangkat IoT, bibit tanaman, pupuk, dan perlengkapan berkebun. Melalui pendampingan tersebut, warga berhasil mengubah dua lahan kurang produktif seluas sekitar 90 meter persegi dan 20 meter persegi menjadi kebun pangan produktif.

Kebun tersebut telah menghasilkan bayam, sawi pakcoy, buncis, tomat, cabai, dan kangkung. Warga juga mengelola pupuk kompos, budi daya lele dalam galon, serta ruang persemaian. Teknologi IoT dimanfaatkan untuk mengatur penyiraman otomatis dan memantau suhu, kelembapan, serta pH tanah.

Ketua PKK “Rukun Makmur”, Eni Aprianti, mengapresiasi pendampingan tim PkM UMS. Peserta berharap program produktif tersebut dapat dilanjutkan karena membantu memenuhi kebutuhan pangan, menambah pemasukan kelompok, dan memperkuat kerukunan warga dari tiga RT.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama, penyerahan SIKEPANG v1.0 kepada kelompok, serta penyalaan simbolis sistem irigasi jarak jauh menggunakan telepon pintar. SIKEPANG diharapkan menjadi sarana penting untuk menghubungkan teknologi digital, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *