
LAMPUNG — Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII berbasis Outcome Based Education (OBE) yang dirangkaikan dengan ProfunEdu 12th Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Mahan Agung, Kamis malam (25/6), dan mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Prof. Dr. Sudarman, para rektor perguruan tinggi Muhammadiyah di Lampung, serta dekan dan ketua program studi LPTK PTMA dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung, Dr. Marzuki, M.M., memaparkan perkembangan Muhammadiyah di bidang pendidikan di Provinsi Lampung. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki jaringan pendidikan yang menjangkau seluruh jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Keberadaan Universitas Muhammadiyah Lampung dan Universitas Muhammadiyah Metro menjadi penggerak utama, didukung ribuan amal usaha pendidikan di 15 kabupaten/kota yang berkontribusi dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus mencetak lulusan berkarakter berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Rakernas yang menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Provinsi Lampung saat ini berada di angka 24 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 32,89 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Muhammadiyah, dan ALPTK PTMA untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi, memperbaiki mutu lulusan, serta memperkuat keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Ketua ALPTK PTMA yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama Rektor BIM University menjelaskan bahwa Rakernas dan ProfunEdu merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergantian di dalam dan luar negeri. Setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Australia, Bali, dan Taiwan, forum tahun ini kembali menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kelembagaan LPTK PTMA. Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari implementasi OBE, pengembangan riset pendidikan, hingga peningkatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai pembicara utama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menyampaikan sejumlah kebijakan terbaru pemerintah terkait profesi guru. Ia menegaskan bahwa ke depan tidak akan ada lagi guru honorer di sekolah negeri karena seluruh tenaga pendidik akan direkrut melalui skema ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, lulusan program studi kependidikan nantinya tidak lagi diwajibkan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sertifikat pendidik akan diperoleh langsung melalui ijazah S1 atau D4 kependidikan, sedangkan PPG hanya diperuntukkan bagi guru yang berasal dari program studi nonkependidikan namun mengajar sesuai bidangnya. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan guru profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Melalui penyelenggaraan Rakernas XVII dan ProfunEdu 12th Tahun 2026, ALPTK PTMA diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga yang mencetak guru-guru berkualitas, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki daya saing global untuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia.
