Edutrend, Surakarta — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) LENTERA ZYLAND telah sukses mengembangkan program inovatif untuk membantu siswa slow learner. Tim yang diketuai oleh Vio Arvendha (Pendidikan Teknik Informatika) beranggotakan Rahadatul Aisy Tsamarah Ilyas (Teknik Informatika), Suryani Elmaghfiroh (Teknik Informatika), Ryani Dewi Nuraini (Psikologi), dan Dhandy Hananthiyo Ardhy Putra (Teknik Informatika). Keberhasilan tim ini tidak lepas dari arahan dan dukungan dosen pendamping, Siti Azizah Susilawati, S.Si., MP., Ph.D.
Program pengabdian dilaksanakan di SD Negeri Wiropaten sebagai mitra sasaran ini berfokus pada peningkatan kemampuan numerasi melalui kegiatan “Menara Focus”. Menara Focus adalah salah satu sub-kegiatan dalam program ini yang dirancang khusus untuk melatih konsentrasi sekaligus pemahaman angka dan konsep berhitung bagi siswa slow learner. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 08 Agustus 2025.

Dalam kegiatan ini siswa diajak untuk menyusun cup bergambar angka hingga membentuk sebuah menara sambil menghitung angka yang tersedia. Pendekatan ini membantu siswa menguasai konsep angka dan berhitung melalui aktivitas fisik yang menarik. Respon para siswa terhadap program ini luar biasa positif. Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat belajar menggunakan media modern dalam belajar berhitung menggunakan flash card berbasis Augmented Reality (AR). Menara Focus membantu siswa belajar dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual.

Kegiatan ini mampu melatih siswa dalam berhitung. Hal ini diungkapkan salah satu anggota yang menyatakan bahwa kegiatan ini menjadikan siswa lebih antusias dalam belajar. “Siswa sangat berantusias dalam belajar berhitung menggunakan AR dan menyusun angka, metode ini mengubah persepsi belajar yang monoton menjadi sebuah petualangan yang seru dan interaktif” Ujarnya
Pihak sekolah pun memberikan tanggapan yang sangat positif. Kepala sekolah SD Negeri Wiropaten, Bapak Sugiyono, S.Pd., Menyatakan apresiasinya terhadap program Tim Zyland. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa UMS dari tim LENTERA ZYLAND. Inovasi seperti Menara Focus dan penggunaan Augmented Reality ini benar-benar memberikan angin segar bagi kami,” ujar Bapak Sugiyono. “Sebelumnya, memotivasi siswa slow learner dalam pelajaran berhitung menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui program ini, kami melihat langsung antusiasme mereka meningkat. Belajar menjadi kegiatan yang mereka tunggu-tunggu.”
Inisiatif ini tidak hanya memberikan solusi pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Keunggulan utama program Menara Focus sebagai Pembelajaran Kontekstual dengan menggabungkan aktivitas fisik seperti Menara Focus dengan teknologi AR, sehingga materi lebih mudah dipahami. Menyenangkan dan Interaktif, mengubah proses belajar menjadi permainan yang tidak membosankan, sehingga meningkatkan motivasi siswa.
Tim LENTERA ZYLAND berharap inisiatif ini tidak berhenti sebagai proyek sesaat. Harapan besarnya adalah agar metode pembelajaran ini dapat diadopsi secara lebih luas oleh para pendidik dan sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa. “Kami berharap program ini dapat menjadi model percontohan untuk pembelajaran inklusif. Ke depan, kami ingin terus mengembangkan modul-modul kreatif lainnya dan melatih para guru agar dapat mengimplementasikannya secara mandiri,” ujar ketua tim Vio Arvendha.
Untuk keberlanjutan, tim mahasiswa UMS ini telah mendokumentasikan seluruh metode dan materi dalam sebuah panduan yang dapat diakses oleh para guru. Dengan demikian, semangat dan manfaat dari LENTERA ZYLAND dapat terus berlanjut, memberikan dampak positif jangka panjang bagi pendidikan anak-anak slow learner dan mewujudkan lingkungan belajar yang ramah untuk semua.
