
Edutrend.id– DEMAK — Praktik Kerja Lapangan (PKL) semakin menunjukkan perannya sebagai jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja dalam membentuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mandiri dan siap kerja. Mengacu pada Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 dan Permendikbud No. 50 Tahun 2020, yang menetapkan PKL sebagai mata pelajaran wajib. Program ini menjadi bagian integral dari kurikulum SMK yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa sebelum mereka terjun langsung ke dunia industri.
PKL yang dilaksanakan oleh siswa kelas XII (program 3 Tahun) SMK Muhammadiyah 5 Mijen Demak. Kegiatan ini dimulai dari pembekalan siswa sebelum di terjunkan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari wali murid, sekolah, hingga mitra industri dan dunia usaha. Para siswa nantinya akan ditempatkan di perusahaan, bengkel, perkantoran, maupun instansi lain yang sesuai dengan kompetensi keahlian mereka. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini berlangsung selama enam bulan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak industri yang di tempati.

Pembekalan PKL Bersama Siswa dan Wali Siswa kelas XII
Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja secara langsung, tetapi juga belajar menyesuaikan diri dengan budaya kerja profesional. Mereka dituntut untuk disiplin, bertanggung jawab, serta mampu berkomunikasi dengan baik di lingkungan kerja. Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Penempatan PKL Siswa Jurusan TKJ di salah satu Mitra DuDi
Kepala SMK Muhammadiyah 5 Mijen Demak, Arif Rumiyadi, S. Pd., mengungkapkan bahwa Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan sebagaimana yang tertuang pada salah satu Misi SMK Muhammadiyah 5 Mijen Demak yaitu Menyiapkan lulusan yang terampil, professional, dan santun.
Menurutnya, pembelajaran di dalam kelas saja tidak cukup untuk membentuk kesiapan kerja siswa. “PKL memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami dunia kerja secara nyata, sehingga mereka tidak kaget ketika nantinya terjun ke industri,” ujarnya.
Selain itu, pihak industri juga berperan aktif dalam membimbing siswa selama pelaksanaan PKL. Mereka memberikan arahan, penilaian, serta pengalaman praktis yang tidak diperoleh di sekolah. Evaluasi terhadap siswa dilakukan secara berkala dengan memperhatikan aspek keterampilan, sikap kerja, dan kemampuan adaptasi.

“Dengan adanya PKL, diharapkan terjadi keselarasan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis siswa, tetapi juga membentuk karakter mandiri dan profesional. Oleh karena itu, PKL dinilai sebagai solusi efektif dalam mempersiapkan lulusan SMK agar mampu bersaing dan terserap di dunia kerja secara optimal,” tegasnya.
Penulis : Arif Rumiyadi