Edutrend.id, Surakarta – Isu seputar Pembelajaran Mendalam menjadi booming setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menggantikan Nadiem Makarim. Pembelajaran Mendalam menjadi isu di kalangan pendidik karena dimaknai sebagai pergantian kurikulum yang lazim terjadi jika ada pergantian menteri pendidikan di Indonesia.
Sejatinya, Pembelajaran Mendalam bukanlah kurikulum melainkan sebuah pendekatan pembelajaran. Michael Fullan dkk pada tahun 2018, merumuskan bahwa pembelajaran mendalam adalah proses untuk memperoleh enam kompetensi global (6C’s) yang harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu: karakter (character), kewarganegaraan (citizenship), kolaborasi (collaboration), komunikasi (communication), kreativitas (creativity), dan berpikir kritis (critical thinking).
Dalam penerapannya, Pembelajaran Mendalam mengakomodasi 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang harus dikuasi oleh murid ketika sudah menyelesaikan jenjang pendidikan. Dimensi Profil Lulusan Yang dimaksud adalah sebagai berikut:
- Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Pembelajaran Mendalam menekankan pentingnya nilai spiritual dalam pendidikan. Peserta didik diarahkan untuk memiliki keimanan yang kuat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Kewargaan
Melalui Pembelajaran Mendalam, siswa diajarkan untuk menjadi warga negara yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitar. - Penalaran Kritis
Salah satu fokus utama Pembelajaran Mendalam adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa agar mampu menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, dan menemukan solusi yang tepat.
- Kreativitas
Pembelajaran Mendalam mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai tantangan.
- Kolaborasi
Melalui kegiatan kelompok dan proyek kolaboratif, siswa dilatih untuk bekerja sama, berbagi peran, dan mencapai tujuan bersama.
- Kemandirian
Pembelajaran Mendalam menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri, tanpa ketergantungan yang berlebihan pada pihak lain.
- Kesehatan
Kesehatan fisik dan mental menjadi bagian penting dalam Pembelajaran Mendalam. Keseimbangan antara akademis dan kesejahteraan siswa harus tetap dijaga.
- Komunikasi
Pembelajaran Mendalam melatih siswa untuk menguasai keterampilan komunikasi yang efektif, baik secara lisan maupun tulisan, serta mampu mendengarkan dengan baik.

Kemeterian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penerapan Pembelajaran Mendalam menggandeng Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) di setiap provinsi dengan menggelar pelatihan – pelatihan Pembelajaran mendalam secara bertahap, termasuk di Kota Surakarta yang difasilitasi oleh BBGTK Provinsi Jawa Tengah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Jenjang Sekolam Menengah Pertama (SMP) yang dimulai pada medio 10 – 15 September 2025 untuk sesi In pertama yang dilaksanakan di SMPN 9 Kota Surakarta dan SMP Muhammadiyah PK Kotabarat, Surakarta.
Setelah mendapatkan pelatihan Pembelajaran pada In-1, semua peserta akan melakukan pengimbasan materi yang didapatkan pada sekolah asal dan melaporkan hasil pengimbasan pada sesi ON-1 yang akan difelar pada awal Oktober mendatang.

Dari pelatihan yang digelar oleh BBGTK Provinsi Jawa Tengah ini, diharapkan nantinya peserta pelatihan mampu menjadi guru pengajar Pembelajaran Mendalam di sekolah asal sehingga penyampaian informasi dan materi terkait bisa tepat sasaran dan tidak memunculkan banyak miskonsepsi.
Penulis: Zaenal Abidin (pengajar pelatihan PM Kota Surakarta / Mahasiswa MAP Universitas Muhammadiyah Surakarta)
