Kajian Akbar SMAHA 2026 Tekankan Ketakwaan di Tengah Arus Dunia Maya

Edutrend.id Semarang, 19 Mei 2026 — Kajian Akbar SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) 2026 diselenggarakan pada Selasa (19/5/2026) pukul 08.30–11.00 WIB di Multi Function Building SMA Islam Hidayatullah Semarang. Kegiatan bertema “Menjaga Cahaya Takwa di Tengah Arus Dunia Maya” ini terbuka untuk umum dan merupakan agenda rutin yang diinisiasi oleh organisasi Rohani Islam (Rohis) SMAHA.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber KH. M. Faiz Syukron Makmum, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta. Turut hadir dalam acara tersebut Camat Banyumanik, Lurah Padangsari, pengawas sekolah Lita Ekaningtyas Budi Nurini, S.Pd., kepala sekolah dari berbagai unit di LPI Hidayatullah, serta siswa kelas X dan XI SMA Islam Hidayatullah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-acara yang dipandu oleh MC Anas dan Zain. Selanjutnya, hadroh salawat oleh Nurul Musthofa menghadirkan suasana religius. Kemudian, acara dibuka melalui gema wahyu ilahi yang dibacakan oleh panitia Rohis, Vincent dan Annisa. Setelah itu, laporan panitia pelaksana disampaikan oleh Brilly Ashoda.

Berikutnya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Abul Yatama yaitu Hasan Toha Putra, MBA menyampaikan sambutannya. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi Hidayatullah yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas tinggi, kejujuran, serta akhlak mulia. Menurutnya, nilai-nilai tersebut kini menjadi hal yang semakin langka di tengah kehidupan sosial masyarakat. Ia menyoroti berbagai fenomena yang terjadi saat ini, seperti perilaku tidak jujur, kecurangan, hingga praktik korupsi yang seolah dianggap lumrah dan seperti dilegalkan. “Karena itu, pembinaan moral dan spiritual harus terus diperkuat agar generasi muda mampu tumbuh menjadi pribadi yang amanah, berakhlak baik, dan tetap teguh memegang nilai-nilai kebenaran di tengah tantangan zaman,” ungkapnya Kamis, (21/5).

Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan hadroh sebelum memasuki inti kegiatan, yaitu tausiyah oleh KH. Faiz Syukron Makmum. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi memiliki dampak besar terhadap kondisi hati manusia. “Kemajuan teknologi dapat memengaruhi hati jika tidak disikapi dengan bijak,” tuturnya.

Ia menjelaskan fenomena “kepribadian ganda” yang kerap muncul di era digital. Menurutnya, seseorang bisa tampak saleh di satu lingkungan, namun berbeda di lingkungan lain. Ia mengaitkan hal tersebut dengan kegelisahan sahabat Hanzalah yang merasa kualitas imannya berubah saat jauh dari majelis Rasulullah.

Selanjutnya, ia menyoroti kemudahan transaksi digital seperti ATM, kartu, dan QRIS yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif. “Kemudahan ini sering membuat hawa nafsu sulit dikendalikan,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa dunia maya merupakan cermin hati, karena apa yang dilihat dan dikonsumsi akan memengaruhi perasaan serta sikap seseorang.

Mengutip nasihat Imam Abul Hasan Asy-Syadzili, ia menekankan bahwa dunia seharusnya berada di tangan, bukan di hati. Selain itu, ia menjelaskan bahwa teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang efektif melalui pendekatan kreatif seperti olahraga, film, dan media populer.

Sebagai penutup, ia mengajak peserta untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan dunia maya. “Gunakan teknologi secukupnya dan jangan berlebihan agar hati tetap bersih dan terjaga,” pesannya.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa. Melalui kajian ini, diharapkan peserta mampu menginternalisasi nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari serta lebih bijak dalam menghadapi arus perkembangan teknologi digital.

Penulis: Masithoh Afifah Nuraini As Zahro

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *