Denpasar, 16 Agustus 2026 — Rafli Abdul Aziz dan Asfarina Almiran Zani Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan berhasil menciptakan produk inovatif berupa pengharum sepatu berbahan dasar limbah ampas kopi dan biji alpukat. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi sekaligus menerapkan prinsip kewirausahaan berkelanjutan.
Produk pengharum sepatu tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan dua jenis limbah organik yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ampas kopi dan biji alpukat. Selama ini, kedua bahan tersebut masih sering dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja. Melalui proses pengolahan dan pengembangan produk, mahasiswa berhasil mengubah limbah tersebut menjadi produk yang memiliki manfaat dan potensi nilai jual.
Ampas kopi dimanfaatkan karena memiliki karakteristik yang dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap, sedangkan biji alpukat digunakan sebagai salah satu bahan dalam formulasi produk. Kombinasi bahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi pengharum sepatu yang praktis dengan mengedepankan konsep pemanfaatan bahan sisa dan ramah lingkungan.
Pengembangan produk ini berawal dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan limbah organik yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Di sisi lain, kebutuhan terhadap produk pengharum sepatu yang praktis dan mudah digunakan juga menjadi peluang untuk menciptakan inovasi yang memiliki nilai tambah.
“Melalui produk ini, kami ingin membuktikan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kami juga ingin menghasilkan produk yang sederhana, bermanfaat, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha,” ujar Rafli Abdul Aziz, salah satu mahasiswa pengembang produk.

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga menerapkan berbagai tahapan kewirausahaan, mulai dari identifikasi masalah, pencarian ide, pemilihan bahan baku, pengembangan produk, pengemasan, hingga melihat peluang dan kebutuhan pasar.
Inovasi tersebut juga menjadi bentuk penerapan konsep green entrepreneurship dan ekonomi sirkular, yaitu mengubah bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
Produk pengharum sepatu dari ampas kopi dan biji alpukat ini selanjutnya masih memiliki peluang untuk dikembangkan, baik dari sisi formulasi, desain kemasan, varian aroma, daya tahan produk, maupun strategi pemasaran. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk ketika memasuki pasar.
Saat ini, produk pengharum sepatu tersebut telah berhasil melewati tahap uji coba pasar dan mendapatkan respons yang positif dari konsumen. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi, produk ini mulai memasuki tahap launching dan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai produk inovatif yang memanfaatkan limbah organik. Tahap ini menjadi langkah penting bagi mahasiswa untuk membawa inovasi dari lingkungan pembelajaran menuju dunia usaha yang sesungguhnya.
Keberhasilan melewati uji coba pasar menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya memiliki nilai edukatif, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk komersial. Selanjutnya, mahasiswa akan terus melakukan evaluasi berdasarkan tanggapan konsumen untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, varian aroma, serta strategi pemasarannya
Keberhasilan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi ini menunjukkan bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berwirausaha melalui pemecahan masalah nyata di masyarakat.
Melalui inovasi pemanfaatan limbah tersebut, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan diharapkan semakin terdorong untuk menciptakan produk kreatif, inovatif, ramah lingkungan, dan memiliki peluang bisnis, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan solusi terhadap permasalahan lingkungan di sekitar.