Seminar Nasional Mahabbah 2025 Angkat Tema “Bahasa Arab di Hati Gen Z: Kuno Katanya, Keren Nyatanya”

Edutrend.id – Surakarta, Seminar Nasional Mahabbah 2025 sukses digelar pada hari Minggu, 23 November 2025  di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan peserta lomba serta peserta seminar yang antusias menantikan penyampaian materi dari dua pemateri inspiratif. Seminar mengangkat tema “Bahasa Arab di Hati Gen Z: Kuno Katanya, Keren nyatanya.” 

Sebelum seminar dimulai, peserta sudah memadati ruangan. Para peserta lomba Mahabbah yang telah hadir segera bergabung dengan peserta seminar umum, membuat atmosfer ruangan terasa hidup dan penuh harapan. Banyak peserta yang terlihat mendokumentasikan momen dengan ponsel, mencatat, hingga berdiskusi ringan sebelum pemateri hadir.

Ketua Umum Mahabbah, Thoriq, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wadah untuk menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Arab melalui cara yang lebih dekat dengan dunia Gen Z. “Semoga apa yang disampaikan pada seminar kali ini dapat memotivasi peserta untuk mempelajari dan memahami Bahasa Arab secara lebih mendalam,” ujar Thoriq dalam sambutannya.

Materi pertama dibawakan oleh Hafidz Baraja dengan judul “Mang iya, harus belajar bahasa arab?”. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang dikenal aktif dalam dakwah dan literasi Bahasa Arab. Dengan gaya penyampaian ringan, dekat dengan anak muda, dan diselingi humor khas mahasiswa, Hafidz berhasil menarik perhatian peserta sejak kalimat pertama. 

Dalam materinya, ia menekankan bahwa Bahasa Arab bukan bahasa asing yang menakutkan, tetapi bahasa yang memiliki keistimewaan spiritual dan intelektual. Ia menyampaikan, “Bahasa Arab adalah bahasa yang hebat, dan termasuk wajib untuk dipelajari. Bahasa Arab adalah gerbang menuju ilmu syar’i, bahasa ahli surga, bahasa Rasulullah, dan bahasa Al-Qur’an.”

Hafidz juga mengajak peserta untuk tidak terjebak pada stigma bahwa Bahasa Arab itu identik dengan ‘kuno’ atau ‘sulit’. Menurutnya, justru generasi muda yang hidup di era digital memiliki akses pembelajaran paling mudah dalam sejarah. Ia menambahkan bahwa mempelajari Bahasa Arab bukan hanya kewajiban, tetapi peluang besar untuk memperluas wawasan dan memperkuat identitas keislaman.

Materi kedua dengan judul “The Code of Excellent: Menemukan Kembali Bahasa Arab sebagai Kunci Intelektualitas & Masa Depan Global” yang dibawakan oleh Dr. Hamdan Maghribi, S.Th.I., M.Phil.,  dosen UIN Raden Mas Said Surakarta yang dikenal luas sebagai akademisi bidang linguistik Arab dan dakwah. 

Dalam pemaparannya, Dr. Hamdan membahas bagaimana Bahasa Arab telah memainkan peran penting dalam sejarah intelektual Islam, hingga bagaimana perannya kembali relevan dalam peradaban global modern. Ia menjelaskan, “Memahami Bahasa Arab adalah hal yang penting. Sebagai muslim, kita memperdalam ilmu agama yang menggunakan Bahasa Arab, berdoa dengan Bahasa Arab, mengikuti manhaj dan memahami sunnah dengan memahami Bahasa Arab.”

Ia menambahkan bahwa pemahaman Bahasa Arab bukan hanya kebutuhan spiritual, tetapi juga fondasi dalam membangun kualitas intelektual seorang muslim. Dr. Hamdan mengajak peserta untuk melihat Bahasa Arab tidak hanya sebagai bahasa agama, tetapi juga sebagai bahasa masa depan yang membuka akses terhadap literatur, riset, dan khazanah ilmu yang sangat kaya.

Penulis: Fatimah

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *