
Edutrend Sleman, 3 Juli 2025 — Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (PTI UMS), Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE., berkesempatan memberikan pelatihan digital marketing dalam pengabdian “Pemberdayaan Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Digital untuk Meningkatkan Resiliensi Keuangan di Yogyakarta.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pengabdi Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bertempat di Kopi Candi, Candibinangun, Pakem, Sleman.
Dalam pelatihan tersebut, Hardika menyampaikan sekaligus mendampingi secara langsung para peserta terkait strategi pemasaran digital yang dapat diakses oleh siapa pun. Ia mengajak anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sleman untuk melihat peluang ekonomi yang terbuka lebar melalui platform digital.
“Justru di era digital, teknologi membuka ruang bagi siapa pun untuk mandiri secara ekonomi. Mari kita manfaatkan Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya untuk mendapatkan penghasilan,” tegas Hardika.


Selain itu, hadir pula Rosi Kho Arliyani dari Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) memberikan pemahaman seputar pengelolaan keuangan pribadi serta pentingnya perencanaan finansial yang inklusif bagi kelompok rentan. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara akademisi, regulator, dan komunitas penyandang disabilitas dalam memperkuat ketahanan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A., CFP., menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendorong inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa literasi keuangan bisa menjangkau semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka bisa mandiri dan resilien dalam menghadapi tekanan ekonomi,” ungkapnya di hadapan lebih dari 60 peserta.
Salah satu peserta pelatihan, Muryati, menyampaikan rasa syukurnya bisa mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para praktisi dan akademisi.
“Materi hari ini sangat membuka wawasan kami. Kami jadi tahu bagaimana cara mengelola uang dan memasarkan produk secara online. Ini sangat membantu kami untuk berdaya secara mandiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyandang disabilitas di Yogyakarta mampu mengembangkan keterampilan digital sebagai bekal menuju kemandirian finansial. Literasi keuangan yang dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi kunci penting dalam membangun resiliensi ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Penulis: Ahmad Zamzami
