
JAKARTA, 28 Oktober 2026 — Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk mendukung pemberdayaan masyarakat nelayan Merah Putih. Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung implementasi enam prioritas KKP RI sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kerja sama tersebut melibatkan Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Sinergi ini menjadi langkah penting dalam mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan arah kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia.
Rektor BIM University, Prof. Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan KKP RI menjadi peluang untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kerja sama BIM University dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI merupakan wujud komitmen perguruan tinggi untuk hadir dan berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat. Kami ingin menyinergikan potensi akademik, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat dengan enam prioritas KKP RI, khususnya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat nelayan Merah Putih. Bagi kami, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya, memiliki kapasitas untuk berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ungkap Prof. Harun.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah perlu diarahkan pada program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengembangan sumber daya manusia, penelitian terapan, inovasi, serta pendampingan masyarakat agar potensi lokal dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Pemberdayaan masyarakat nelayan Merah Putih menjadi salah satu fokus penting dalam kolaborasi ini. Masyarakat pesisir diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan. Penguatan kompetensi, kapasitas kelembagaan, dan kemampuan mengembangkan usaha menjadi aspek penting untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, BIM University berkomitmen memperkuat kontribusi tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, agar semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Dukungan akademik diharapkan dapat memperkaya pelaksanaan program prioritas KKP RI melalui pendekatan berbasis pengetahuan, inovasi, dan potensi lokal.

Kolaborasi BIM University dan KKP RI sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengoptimalkan kekayaan maritim Indonesia. Dengan menghubungkan kebijakan pemerintah, kapasitas akademik, dan kebutuhan masyarakat, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pemberdayaan nelayan serta mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.