Berawal dari beasiswa, kolaborasi kedua lembaga diarahkan menjadi kemitraan jangka panjang, termasuk pemanfaatan fasilitas JBS untuk mendukung kegiatan Desamind.
Jakarta, 6 Oktober 2026 — Desamind Indonesia Foundation dan Jakarta Business School (JBS) secara resmi meneken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Selasa (6/10/2026). Kesepakatan ini menandai dimulainya kemitraan strategis kedua lembaga, dengan program perdana berupa Beasiswa Desamind × JBS Impactpreneur 2026 yang mendukung perjalanan studi para penerimanya selama empat tahun di Jakarta Business School.
Kerja sama ini lahir dari kesamaan visi: membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus membentuk anak muda yang mampu menggabungkan kecakapan bisnis dengan kepedulian sosial. Bagi kedua pihak, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan pintu masuk bagi mahasiswa untuk bertumbuh, membangun jejaring, dan kelak memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih jarang tersentuh.
Empat Tahun Pendampingan, dari Bangku Kuliah hingga Kelulusan
Melalui MoU ini, Desamind Indonesia Foundation dan JBS sepakat mendampingi para awardee sejak semester pertama hingga mereka menyelesaikan studi. Durasi empat tahun dipilih agar dukungan yang diberikan tidak putus di tengah jalan, sehingga mahasiswa dapat fokus berprestasi secara akademik sambil mengembangkan karakter dan kapasitas kepemimpinan.
Program Impactpreneur menyatukan tiga kekuatan: pendidikan bisnis yang menjadi keunggulan JBS, pengembangan kapasitas yang selama ini digerakkan Desamind, serta semangat kebermanfaatan bagi sesama. Dari perpaduan itu, diharapkan lahir lulusan yang tidak hanya siap bersaing secara profesional, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan berani menjadi penggerak perubahan.

Gambar 1. Foto bersama penandatangan MoU Desamind x JBS .
Lebih dari Beasiswa: Fasilitas JBS untuk Kegiatan Desamind
Ke depan, kemitraan ini diharapkan tidak berhenti pada program beasiswa. Kedua lembaga membuka peluang agar fasilitas yang dimiliki Jakarta Business School dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan Desamind Indonesia Foundation, mulai dari pelatihan, forum diskusi, hingga program pengembangan generasi muda lainnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program Desamind sekaligus menghadirkan JBS lebih dekat dengan gerakan sosial dan pemberdayaan desa. Dengan begitu, kampus tidak hanya berperan sebagai ruang belajar bagi mahasiswanya, tetapi juga menjadi simpul kolaborasi bagi anak muda yang ingin berkontribusi bagi Indonesia.
Pembekalan, Refleksi Diri, dan Pelantikan Awardee
Penandatanganan MoU menjadi bagian dari rangkaian acara yang mempertemukan jajaran Desamind Indonesia Foundation, Jakarta Business School, dan para penerima beasiswa. Acara dimulai pukul 16.30 WIB dengan sambutan dari perwakilan kedua lembaga, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan yang dibawakan oleh Hardika Dwi Hermawan.
Pada sesi tersebut, peserta diajak mengenal Johari Window, sebuah model refleksi diri untuk memahami cara seseorang melihat dirinya dan bagaimana orang lain memandangnya. Bagi para awardee, materi ini menjadi titik awal untuk memetakan kekuatan sekaligus ruang yang masih perlu dikembangkan sebelum memasuki dunia perkuliahan. Suasana kian hangat saat peserta mengikuti kuis interaktif yang digelar setelahnya.
Momen yang paling ditunggu tiba ketika para penerima Beasiswa Desamind × JBS Impactpreneur 2026 dilantik secara resmi. Mereka dipanggil satu per satu untuk menerima topi caping, lambang kedekatan dengan desa dan masyarakat akar rumput yang menjadi napas gerakan Desamind. Prosesi berlanjut dengan simbolisasi kerja sama beasiswa antara kedua lembaga, lalu ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia.

Gambar 2. Sesi Kuliah Umum untuk mahasiswa JBS dan Penerima Beasiswa Desamind x JBS Impactpreneur 2026
Harapan dari Penerima Beasiswa
Bagi Syadni Nafisa Susilo, salah satu awardee, terpilih sebagai penerima beasiswa adalah kebanggaan yang datang bersama amanah: terus belajar dan menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
“Impactpreneur ini bukan hanya sekadar judul, tetapi bagaimana caranya kita menjadi diri sendiri yang berdampak positif melalui hal-hal kecil untuk masyarakat dan juga untuk lingkungan sekitar yang belum terjamah oleh tangan-tangan orang hebat. Dan aku ingin menjadi bagian dari situ,” tutur Syadni.
Ungkapan tersebut mencerminkan nilai yang ingin ditanamkan program ini: perubahan besar kerap berawal dari langkah kecil yang dijalankan dengan konsisten dan penuh kepedulian.

Menuju Kolaborasi yang Berkelanjutan
Bagi Desamind Indonesia Foundation dan Jakarta Business School, penandatanganan MoU ini adalah langkah pembuka. Kedua lembaga berkomitmen terus memperluas ruang kolaborasi, baik melalui program beasiswa, pemanfaatan fasilitas bersama, maupun inisiatif lain yang memberi manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, dan desa-desa di Indonesia. Kemitraan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana dunia pendidikan dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi muda yang terus belajar, bertumbuh, dan berani mengambil peran.
Desamind! Ingat Bangsa, Ingat Desa!
Tentang Desamind Indonesia Foundation
Desamind Indonesia Foundation adalah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda dan pembangunan desa melalui pendidikan, pengembangan kapasitas, dan gerakan sosial. Informasi lebih lanjut: desamind.id
Penulis: Alan Ferdian Syah
