
Lailatul Istiqomah (Mahasiswi D3 Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Madiun)
Edutrend.id, — Persalinan kala II adalah tahap di mana ibu membutuhkan kekuatan energi yang besar dalam suatu persalinan (Hidayati & Ulfa 2019). Tahap kerja persalinan yaitu seorang ibu berusaha untuk mengeluarkan bayinya dengan mengikuti kontraksi yang kuat sehingga memungkinkan ikut berperan aktif serta pasif (Diana & Mail 2019). Perasaan yang positif dan pasrtisipasi yang aktif ibu bersalin membuat kondisi kejiwaan ibu lebih tenang yang perlu mendukung kelancaran persalinan dan tidak menyebabkan stres pada bayi.
Sebagian besar Ibu yang mengalami proses persalinan akan mengalami yang namanya sakit dan reaksi psikologis seperti gangguan keseimbangan kontrol diri, kecemasan atau kondisi yang dialami oleh dirinya dan bayi, rasa penolakan, pengekspresian rasa nyeri dan sakit sehingga ibu bersalin menjadi lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi.
Sebagai bidan, perlu mempersiapkan dengan matang segala hal yang dibutuhkan oleh ibu hamil ketika persalinan mulai dari pemahaman psikologis dan medis, antara lain memberi afirmasi positif terhadap ibu hamil dan suaminya bahwa proses ini merupakan proses yang alamiah yang perlu dihadapi dengan rasa nyaman dan bahagia. Dukungan yang diberikan oleh keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk ibu supaya bertambahnya semangat untuk bertemu dengan bayinya yang dinantikan selama sembilan bulan dengan penuh harapan.
Terjalinannya kepercayaan dan hubungan komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan ibu akan terpenuhi persalinan dan spontan yang lancar. Prosedur pemeriksaan selama persalinan dapat ditentukan oleh kondisi yang terjadi. Persahabatan dan kedekatan tenaga kesehatan sangat penting terhadap ibu dalam memberikan pelayanan yang berkualitas sepanjang siklus kehidupan (Cohen & Friedman, 2020).
Kehamilan dan persalinan adalah dua proses yang hanya dijalani wanita. Namun, bukan berarti suami tidak berperan di dalamnya. Saat istri sedang hamil, suami bisa memenuhi semua kebutuhan istri dan membantu meredakan nyeri dengan memberi pijatan lembut. Saat melahirkan pun, peran suami sangat dibutuhkan untuk mendampingi istri. Selama kehamilan perempuan sering mengadapi berbagai tantangan emosional seperti kecemasan, perubahan suasana hati, dan ketakutan akan proses persalinan. Suami yang mendukung secara emosional dapat membantu istri mengatasi tantangan ini dengan menyediakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

Illustration by Gemini Generated Image
Dukungan emosional dari suami dapat berupa bentuk perhatian, dukungan, dan kasih sayang. Suami harus siap sedia menjadi pendengar yang baik serta mendengarkan segala keluh kesah sang istri. Dukungan emosional dari suami berkontribusi pada penurunan risiko depresi dan meningkatkan kesehatan mental ibu (Sokoya, 2019). Dukungan keluarga sangat dibutuhkan ibu selama proses persalinan, terutama adanya pendampingan persalinan yaitu suami. Suami yang memberikan sentuhan seperti menyentuh tangan istri dengan penuh perasaan akan memberikan rasa lebih tenang dan nyaman dalam menghadapi persalinan (Aisyah & Aini, 2021).
Kehadiran keluarga terutama suami, dapat memberikan dukungan postif terhadap berlangsunya persalinan. Ibu hamil yang mendapat dukungan akan lebih percaya diri untuk menghadapi persalinannya dan dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dirasakan. Beberapa riset menyatakan bahwa dengan ditemani suami saat melahirkan, ibu akan merasa lebih tenang dan nyaman serta lebih lancar menjalani proses persalinan. Kecemasan dan ketakutan yang umum terjadi pada ibu hamil, terutama menjelang persalinan, dapat diminimalisir dengan adanya komunikasi terbuka dan dukungan yang konstan dari suami serta keluarga.
Ketika ibu merasa aman secara emosional, ibu dapat lebih mudah mengelola stress dan cemas, yang berkontribusi pada stabilitas emosionalnya. Hal ini penting mengingat stress berlebih dapat mempengaruhi kondisi fisik ibu, termasuk risiko tekanan darah tinggi dan komplikasi lainnya. Hal ini perlu adanya monitoring dari bidan supaya peran suami dapat terlaksana dengan baik. Dukungan yang diberikan oleh suami terhadap istrinya antara lain seperti, menggosok punggung, memegang tangan, mempertahankan kontak mata, sehingga istri tidak menjalani proses persalinan sendirian.
Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat, kurangnya pemahaman suami dan anggota keluarga tentang proses persalinan dapat mengakibatkan minimnya dukungan emosional dan fisik. Banyak suami yang tidak terlibat dalam pendidikan prenatal, sehingga mereka tidak siap untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan. Dibeberapa daerah masih beranggapan suami tidak penting dalam persiapan persalinan, sehingga mereka kurang berpasrtisipasi. Hal ini bisa mengurangi rasa percaya diri ibu hamil dan menciptakan ketidaknyamanan. Terdapat berbagai macam tradisi yang sering ditemui dimasyarakat termasuk tradisi dalam bidang kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan dan persiapan persalinan (Mustar, 2020).
Kurang atau tidak berjalannya peran pendampingan suami disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor atau penghambat seperti suami lebih banyak menggunakan waktu di luar rumah untuk urusan pekerjaan dan peran – peran publiknya di lingkungan masyarakat, membatasi suami melakukan pendampingan langsung karena harus ada di lingkungan masyarakat atau pekerjaan sementara yang hendak didampingi yaitu istri ada di ruang yang berbeda, beban pekerjaan yaitu jenis pekerjaan atau profesi suami yang umumnya dilakukan jauh dari rumah memaksa suami harus berperan ganda namun kalangan suami memiliki keterbatasan kemampuan untuk memikul semua beban tugas pekerjaan di rumah sehingga sulit mendampingi istri saat persalinan dan anggapan-anggapan suami bahwa kondisi ketidakberdayaan serta keluhan rasa sakit istrinya merupakan hal yang biasa dan wajar yang tidak memerlukan perhatian dan bantuannya sehingga suami menganggap istri dapat mengatasi sendiri masalah tersebut.
Program dukungan suami dan keluarga dalam persiapan persalinan yaitu dengan terlibat aktif mengikuti kelas persiapan melahirkan dan mendampingi saat pemeriksaan, suami dapat memahami lebih baik tentang proses yang akan dijalani. Selain itu dukungan dari keluarga juga krusial, baik dalam bentuk perhatian, bantuan praktis, maupun motivasi.
Kelas ibu hamil ini merupakan sarana untuk belajarbersama tentang kesehatan bagi ibu hamil (Hasanah, 2019). Kemampuan suami atau pendamping persalinan antara lain: Meningkatkan pengetahuan suami dalam persiapan mendampingi proses persalinan yang fisiologis, menciptakan peran serta aktif suami dan keluarga dalam persiapan persalinan pada saat kelas ibu hamil, menciptakan partisipasi positf suami/keluarga dalam persalinan, meningkatkan keterampilan suami dalam tehnikmanajemen mengurangi nyeri yang dirasakan pasangannya saat persalinan dan mendampingi pelaksanaan kelas Ibu hamil dengan partisipasi suami dan keluarga.
Keterlibatan suami dan keluarga menciptakan lingkungan yang positif, mengurangi kecemasan, dan mengingkatkan kepercayaan diri ibu. Dengan demikian, kolaborasi antara suami dan keluarga akan membantu menciptakan pengalaman persalinan yang lebih lancar dan aman. (Lubis, Meylani, dan Wulandari., 2023)
Dengan adanya peran dan dukungan dari suami serta keluarga akan membantu mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), karena kematian ibu secara global masih tinggi sekitar 810 wanita meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Meskipun angka kematian ibu telah mengalami penurunan dari 342 kematian per 100.000 menjadi 211 kematian per 100.000 pada tahun 2000 hingga 2017, Afrika Sub-Sahara dan Asia masih mencatat 86% dari seluruh kematian yang menunjukkan adanya kesenjangan yang besar antar wilayah (Bediako et al., 2021).
Kesehatan ibu adalah prioritas utama WHO. Selain itu sejalan dengan tujuan tambahan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3 (SDG 3.1) ditargetkan tidak ada negara yang memiliki rasio kematian ibu kurang dari 70 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 (Sharma et al., 2022). Dukungan selama proses melahirkan berkontribusi pada hasil yang lebih sehat bagi orang yang melahirkan dan bayi baru lahirnya serta berkontribusi pada pengalaman melahirkan yang positif (Falconi et al., 2022).
Daftar Rujukan
Mosunmola S, Adekunbi F. Women’s perception of husband’s support during pregnancy, labour and delivery. Journal of Nursing and Health Science. 2019;3 (3):45 – 50
Lubis, D. P. U., Meilani, M., & Wulandari R. P. (2023). Peningkatan quality of life pada ibu hamil. Books.Google.Com. https://books.google.co.id/books?hl=id=YQbfEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA13&dq=lubis+Peningkatan+Quality+Of+Life+Pada+Ibu+Hamil&ots=ZpjOrt_nNI&sig=ccUq_YGA4mRKYQ5EOgitAhRshtk&redir_esc=y#v=onepage&q=lubis%20Peningkatan%Quality%20Of%20Life%20Pada%20Ibu%20Hamil&f=false Diakses pada 29 Desember 2025.
Herny, 2025. Hubungan Dukungan Suami Dengan Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Bersalin Multipara. Kalimantan Utara: Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. https://drive.google.com/file/d/1eHEeOOM0vrhW_e7Ncrc5u-TzttrwYGsk/view?usp=drivesdk . Diakses pada 29 Desember 2025.
Diana, S., and E. Mail. 2019. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Persalinan, Dan Bayi Baru Lahir. edited by G. (Gerakan M. B. Cv Indonesia).
Cohen Wayne R, and E. A. F. (2020). Clinical Evaluation of Labor: An Evidence- And Experience-Based Approach. Journal of Perinatal Medicine, 49(3), 241–253. https://doi.org/10.1515/jpm-2020-0256 . Diakses pada 2 januari 2026
Aisyah Siti, S. A. (2021). Dukungan Suami Berhubungan Dengan Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida. Health Journal 1, 12(1), 382–394.
Mustar, M. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Tradisi Masyrakat dalam Menghadapi Kehamilan dan Persalinan Di Desa Welado. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1 SE-Articles). https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.342 . Diakses pada 2 Januari 2026
Hasanah, M. (2019). Pengaruh Pendampingan Suami Terhadap Pengurangan Rasa Cemas Pada Proses Persalinan Ibu Primigravida Kala I Di Klinik Pratama Jannah Medan Tembung Tahun 2018.
Sharma C Meh, U Ram, S Fadel, N Correa, JW Snelgrove, P Shah, R Begum, M Shah, T Hana, SH Fu, L Raveendran, B Mishra, P Jhaa. (2022). Trends in maternal mortality in India over two decades in nationally representative surveys. BJOG 2022;129:550–561. https://doi:10.1111/1471-0528.16888 . Diakses pada 2 januari 2026
Falconi April M, Samantha G. Bromfield,Truc Tang, Demetria Malloy, Denae Blanco, RN Susan Disciglio, and RN Winnie Chi. (2022). Doula care across the maternity care continuum and impact on maternal health: Evaluation of doula programs across three states using propensity score matching. eClinicalMedicine 2022;50:101531. https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2022.101531 . Diakses pada 2 januari 2026
