
Malang, 11–14 Agustus 2025 – Universitas Brawijaya (UB) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) dengan tajuk RAJA Brawijaya 2025. Kegiatan berlangsung pada 11–13 Agustus di tingkat universitas, kemudian dilanjutkan dengan agenda di tingkat fakultas pada 14–16 Agustus. Ajang ini menjadi pintu masuk resmi bagi mahasiswa baru untuk mengenal sistem akademik, budaya kampus, serta berbagai aktivitas kemahasiswaan.
Menurut data UB, hingga 4 Agustus 2025 tercatat sekitar 17.000 mahasiswa baru resmi melakukan daftar ulang. Jumlah ini mencakup mahasiswa dari jenjang Diploma, Sarjana, hingga program Magister dan Doktor, dan menjadi salah satu angka penerimaan tertinggi dalam sejarah UB. Untuk menyambut ribuan mahasiswa tersebut, sebanyak 94 mahasiswa panitia ditunjuk khusus untuk mempersiapkan rangkaian acara. Mereka telah melakukan rapat rutin, simulasi, hingga gladi bersih untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Sistem cluster juga diterapkan agar koordinasi lebih mudah dan peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan tertib.
PKKBM dibuka dengan Opening Ceremony di Lapangan Rektorat UB yang berlangsung sejak pagi hingga sore. Acara pembukaan digelar secara hybrid, memadukan luring dan daring, sehingga mahasiswa yang tidak dapat hadir secara fisik tetap bisa mengikuti rangkaian kegiatan. Rektor Universitas Brawijaya dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru, sembari memperkenalkan UB sebagai kampus perjuangan yang tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepemimpinan, serta pengabdian untuk bangsa.
Rangkaian RAJA Brawijaya tingkat universitas yang berlangsung selama tiga hari berisi berbagai materi, mulai dari pengenalan sistem akademik, motivasi belajar, nilai-nilai integritas, hingga wawasan kebangsaan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di masing-masing fakultas dengan agenda pengenalan unit, laboratorium, dosen, serta organisasi kemahasiswaan. Pada tahap ini, mahasiswa baru diperkenalkan pula dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang beragam, sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta soft skill kepemimpinan.
Sebagai penutup, UB juga akan mengadakan Open House pada akhir Agustus, yakni 30–31 Agustus 2025. Dalam agenda ini, mahasiswa baru diajak untuk mengeksplorasi lebih jauh forum daerah, komunitas, UKM, dan fasilitas kampus lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menentukan pilihan pengembangan diri di luar kelas.
Untuk menjaga ketertiban, universitas telah menerbitkan surat edaran terkait tata tertib PKKBM 2025/2026. Aturan tersebut menegaskan bahwa kegiatan dilaksanakan secara hybrid untuk menghindari penumpukan massa, serta melarang penggunaan atribut yang tidak perlu, jargon fakultas, dan mobilisasi di luar agenda resmi. UB juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan, kesehatan, dan etika selama kegiatan berlangsung.

Tema besar yang diusung tahun ini menekankan pada pembentukan mahasiswa yang tangguh, beretika, profesional, dan berwawasan global. Selain itu, UB juga mengintegrasikan isu-isu aktual dalam materi pengenalan, seperti transformasi digital, inovasi berbasis kecerdasan buatan, green campus, serta standar internasional yang menjadi pijakan strategis universitas menuju kampus kelas dunia.
Dengan skala besar dan agenda yang komprehensif, RAJA Brawijaya 2025 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penyambutan, tetapi juga momentum penting untuk membekali mahasiswa baru dengan semangat belajar, kolaborasi, dan tanggung jawab. PKKBM UB menjadi awal perjalanan panjang ribuan mahasiswa baru dalam menapaki dunia akademik, sekaligus kesempatan untuk menanamkan nilai integritas, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penulis: Kaka Hadynatan, Fakultas Vokasi – Universitas Brawijaya
