Tim PKM-KI UMS Siapkan Strategi Meta AI Ads untuk Perluas Pasar Mill Bakery di Selandia Baru

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI). Setelah sebelumnya melaksanakan pendampingan digital marketing bagi diaspora Indonesia di Auckland, Selandia Baru, Tim PKM-KI UMS kini menyiapkan program lanjutan bertajuk “Bridging the Gap to Kiwi Markets: A Strategic Digital Marketing through Meta AI Ads Ecosystem and Strengthening Occupational and Food Safety for Mill Bakery, New Zealand.”

Program tersebut menjadi tindak lanjut dari kegiatan pengabdian yang sebelumnya dilaksanakan Tim UMS bersama Mill Bakery di Auckland. Jika pada program sebelumnya pendampingan berfokus pada penguatan content creation dan pengelolaan media sosial, program lanjutan ini akan membawa pengembangan usaha ke tahap berikutnya, yakni memperluas penetrasi pasar lokal Selandia Baru melalui strategi pemasaran digital berbasis Meta AI Ads Ecosystem, sekaligus memperkuat aspek keselamatan kerja dan keamanan pangan.

Follow Up Bersama Pimpinan UMS

Rangkaian persiapan program diawali pada 7 Agustus 2026 melalui pertemuan antara pihak Mill Bakery dan pimpinan UMS. Dalam kesempatan tersebut, pihak mitra berjumpa dengan Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, serta Wakil Rektor II UMS, Muhammad Dai.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk melakukan follow up atas kegiatan pengabdian sebelumnya yang telah dilaksanakan di Selandia Baru. Selain membahas hasil dan keberlanjutan program, pertemuan juga membicarakan rencana kegiatan lanjutan serta peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara UMS dan Mill Bakery.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan pengabdian, melainkan berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pengalaman internasional mahasiswa, hingga penguatan usaha diaspora Indonesia di Selandia Baru.

Koordinasi Pertama di Yogyakarta, Libatkan Pakar Digital Marketing

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Tim PKM-KI UMS bersama pihak Mill Bakery melaksanakan rapat koordinasi pertama pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Pawon Mbah Gito, Yogyakarta.

Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Mill Bakery Thaufik Probowasito, Rizky Venny, Ketua Tim PKM-KI UMS Hardika Dwi Hermawan, serta Ahmad Luthfi. Koordinasi tersebut juga melibatkan Galih Dwi Jatmiko, seorang pakar digital marketing yang juga merupakan CEO Herbanova, perusahaan yang bergerak di bidang marketing agency.

Kehadiran Galih memberikan perspektif praktis dalam memetakan kebutuhan pemasaran digital Mill Bakery. Diskusi tidak hanya membahas evaluasi hasil pendampingan sebelumnya, tetapi juga mengulas kondisi media sosial mitra, potensi pengembangan pasar, karakteristik audiens, serta strategi yang dapat digunakan untuk menjangkau konsumen lokal Selandia Baru atau Kiwi market.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan strategi pemasaran melalui Meta AI Ads Ecosystem. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu Mill Bakery membangun strategi promosi yang lebih terukur dan berbasis data, sehingga jangkauan pemasaran tidak hanya bergantung pada pertumbuhan organik atau komunitas diaspora, tetapi dapat diperluas kepada konsumen potensial yang lebih relevan.

Hardika Dwi Hermawan selaku Ketua Tim PKM-KI UMS menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam tahap persiapan menjadi bagian penting agar program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berangkat dari perspektif akademik. Karena itu, kami berdiskusi langsung dengan mitra dan melibatkan perspektif praktisi digital marketing. Harapannya, strategi yang dirancang dapat lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan Mill Bakery dalam menghadapi pasar Selandia Baru.”

Pertemuan Lanjutan di Solo Bahas Teknis Pelaksanaan

Koordinasi kemudian dilanjutkan melalui pertemuan kedua pada 18 Agustus 2026 di Fork Restaurant, Solo. Jika pertemuan pertama berfokus pada pemetaan kebutuhan dan arah strategis program, pertemuan kedua membahas lebih detail terkait teknis pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung secara luring di Mill Bakery, Auckland, pada awal September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, tim dan mitra membahas sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan pelaksanaan kegiatan, analisis kebutuhan media sosial, kesiapan tenaga kerja Mill Bakery yang akan mengikuti pelatihan, kebutuhan aset konten, materi pendampingan, hingga penyusunan timeline pelaksanaan program.

Rangkaian koordinasi tersebut menjadi fondasi penting sebelum Tim PKM-KI UMS melaksanakan kegiatan secara langsung di Selandia Baru. Dengan persiapan yang dilakukan bersama mitra, program diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih terarah dan menjawab kebutuhan nyata Mill Bakery.

Kolaborasi Berkelanjutan UMS dan Mill Bakery

Rangkaian pertemuan sejak 7 hingga 18 Agustus 2026 menunjukkan keberlanjutan kolaborasi antara UMS dan Mill Bakery. Pertemuan dengan pimpinan universitas menjadi langkah penguatan kerja sama kelembagaan, sementara koordinasi di Yogyakarta dan Solo menjadi bagian dari persiapan teknis dan strategis menuju pelaksanaan program di Auckland.

Melalui program ini, UMS menghadirkan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pelaku usaha diaspora. Tim akademik memberikan pendekatan berbasis pengabdian dan penguatan kapasitas, mitra menghadirkan konteks nyata kebutuhan industri, sementara keterlibatan praktisi digital marketing memperkaya strategi agar lebih aplikatif.

Pelaksanaan kegiatan secara luring di Mill Bakery, Auckland, pada awal September 2026 diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk membawa Mill Bakery dari sekadar memiliki digital visibility menuju pertumbuhan bisnis yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan Meta AI Ads, pemasaran berbasis data, pengembangan konten, penguatan kompetensi tenaga kerja, keselamatan kerja, dan keamanan pangan, Tim PKM-KI UMS berharap Mill Bakery semakin siap menjembatani produknya dari komunitas diaspora menuju pasar lokal Selandia Baru.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMS untuk menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dibangun melalui kemitraan berkelanjutan dan dampak nyata, termasuk dalam mendukung diaspora Indonesia agar semakin siap tumbuh dan bersaing di panggung global.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *