Tingkatkan Kompetensi Pustakawan Sekolah Rakyat, Kemensos Selenggarakan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan.

Edutrend.id -Tangerang, Banten – Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan untuk PIC/Tenaga Perpustakaan Sekolah Rakyat pada 10–14 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 332 peserta dari 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, sumber belajar, serta sarana pengembangan minat baca bagi peserta didik dan sebagai upaya peningkatan kapasitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan Sekolah Rakyat. 

Pelatihan lima hari ini dirancang secara komprehensif, mencakup pemahaman dasar hingga praktik teknis pengelolaan perpustakaan sesuai standar nasional. Kegiatan diawali dengan pengarahan dan penyelarasan teknis, sebelum peserta menerima materi inti yang diberikan oleh tim profesional dari Perpustakaan Nasional RI. Dalam sesi utama pelatihan, peserta diperkenalkan pada konsep fundamental pengelolaan perpustakaan, mulai dari sistem inventarisasi koleksi, pencatatan, hingga praktik katalogisasi sebagai fondasi penyusunan perpustakaan yang tertib dan terstandar.

Tidak hanya menerima teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan belajar langsung melalui kegiatan benchmarking ke Perpustakaan Nasional RI dan MAN Insan Cendekia. Pada kunjungan tersebut, peserta mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan perpustakaan modern, memahami bagaimana layanan perpustakaan skala nasional dijalankan, serta melihat bagaimana Perpusnas menjalankan fungsi pembinaan untuk ribuan perpustakaan di seluruh Indonesia. Kunjungan ini sekaligus memberikan inspirasi bagi para tenaga perpustakaan Sekolah Rakyat untuk mengembangkan layanan literasi di daerah mereka masing-masing.

Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi teknis tentang peran pustakawan dalam menjaga, merawat, dan mengelola koleksi secara profesional. Peserta diajak memahami alur pengelolaan buku mulai dari kedatangan koleksi baru hingga siap dilayankan kepada siswa. Pada sesi lanjutan, peserta mempelajari penggunaan aplikasi Inlislite, sebuah sistem yang digunakan oleh berbagai perpustakaan di Indonesia untuk pendataan, pengolahan, dan layanan perpustakaan berbasis digital. Peserta turut dibimbing dalam penggunaan anjungan digital sebagai bagian dari transformasi layanan literasi di Sekolah Rakyat.

Pelatihan ditutup dengan arahan langsung dari Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Riko, A.Md., LLAJ., S.H., S.T., M.Si., yang menekankan pentingnya peran guru dan tenaga perpustakaan dalam mendampingi anak-anak di Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki potensi yang harus dibimbing dengan penuh kesungguhan. “Keberadaan perpustakaan yang tertata baik menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan generasi yang literat dan berdaya saing,” tegasnya Jumat (21/11).

Salah satu peserta, Bima Wahyu Dinata, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan dibutuhkan bagi para pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat. “Kegiatan ini memberikan banyak ilmu praktis yang selama ini kami butuhkan. Pengelolaan perpustakaan di Sekolah Rakyat memang masih memerlukan pendampingan, dan pelatihan ini membantu kami memahami bagaimana menjalankan perpustakaan sesuai standar nasional,” ujarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian pelatihan ini, Kemensos dan Perpusnas berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di Sekolah Rakyat masing-masing, sehingga kualitas pengelolaan perpustakaan semakin baik dan dapat menjadi pusat literasi yang memberdayakan masyarakat.

Penulis : Ahmad Luthfi

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *